Rabu, 25 April 2018 | 03:44 WIB

What To Do When The Market Sleepy ?

Become an Investor
Kamis, 27 September 2012 / columns / suwono kusuma (majalah pialang edisi 14)
What To Do When The Market Sleepy ?
Terkait :

 

Pasar memang tidak pernah tidur.
 
Begitu teg line film Wallstreet ; market never sleeps. Tapi boleh dong, kalau mengantuk. Nah, prilaku pasar saham dalam kondisi sepeti ini biasanya mirip dengan syair “mau dibawa kemana hubungan kita?” yang dibawakan Band Armada. Kekhawatiran yang kurang lebih sama ada di pikiran para trader saat ini : “Pasar mau dibawa kemana ?” Indeks Harga Saham Gabungan selalu bergerak datar atau naik turun dalam kisaran terbatas. Ambil posisi beli kebanyakan salah, atau kalaupun untung dalam jangka pendek hanya tipis.
 
Bahkan ada   yang bercanda mau ‘balik badan’(maksudnya; jual  saham  dengan kondisi rugi fee) saja susah. Kondisi pasar saat ini mirip dengan seorang yang lagi menanti kepastian jawaban dari calon pasangan. Sialnya, tanda-tanda dari sang calon pacar tak kunjung datang. Pendek kata, galau.

Berikut ada beberapa tips mengatur penempatan dana anda di saham ketika pasar sedang datar :
  • Beli saham-saham likuid yang membagikan dividen dalam jumlah besar.
Di bulan Mei, banyak perusahaan bag-bagi dividen dan biasanya fund manager atau institusi dana pensiun mulai rajin mengumpulkan saham-saham tersebut. Jika harga saham sudah naik banyak ketika mendekati pembagian dividen, lebihbaik realisasikan keuntungannya.
  • Lakukan analisis sektoral. 
Bulan lalu, pasar dikagetkan oleh dua berita dari dalam negeri. Rencana pemerintah membatasi konsumsi premium terutama untuk mobil diatas 1300 cc, dan rencana menaikkan pajak ekspor batubara. Hindari dulu saham-saham yang terkena akibat langsung , terkecuali jika penurunannya sudah tidak rasional. Namun, Anda dapat mengambil posisi tawar pada saham-saham yang mendapat manfaat dari kebijakan itu. Ambil contoh emiten infrastruktur, perusahaan  angkutan dan distribusi BBM.
  • Disiplin dengan rencana trading. 
Dalam kondisi bursa yang tengah lesu, Anda kemungkinan dapat membeli saham di level harga yang diinginkan. Jangan mengambil posisi beli, kecuali harganya jatuh ke level tersebut karena disaat bursa sedang lesu, tidak memasang posisi beli secara agresif. Trader juga perlu lebih disiplin memilah perusahaan yang berkinerja baik berdasarkan kinerja tahun 2011. Biasanya, harga saham belum tentu sudah mencerminkan peningkatan kinerja perusahaan tersebut. Tidak perlu kuatir dengan kondisi market yang lesu, yang penting diperhatikan adalah apa rencana atau aksi korporasi dari emiten tersebut.
  • Lakukan   penjualan terlebih dahulu (short selling) terhadap saham Anda
Buat risk taker dan terlanjur sudah dalam posisi ‘nyangkut’, Anda dapat mengambil posisi jual dulu ketika ada kenaikan dari harga saham. Malah bila perlu dalam kondisi rugi, jika harga masih dalam batas toleransi (cut loss) dengan harapan segera membeli kembali ketika harga turun. Dalam situasi pasar yang sedang lesu, volume perdagangan sepi dan orang cenderung wait and see. Statistik menunjukkan, mengambil posisijual dulu lebih menguntungkan dibandingkan jika mengambil posisi beli. Namun langkah ini beresiko anda kehilangan saham kalau pasar berbalik arah.
  • Tinggalkan bursa untuk sementara.
Ya, ini saat yang tepat untuk ‘take a break’. Trading saham memberi kebebasan kepada Anda kapan membeli, menjual dan berhenti. Anda sebagai pemilik dana dapat saja memutuskan untuk rehat dari aktivitas trading ketika potensi untung hampir tidak ada. Silahkan berlibur atau  melakukan    hobi. Lebih baik memegang uang cash lalu berikan tugas kepada pialang  untuk menghungi anda kalau saja pasar mengalami koreksi tajam.

Dibaca : 960 kali
Baru dibaca Terpopuler