Senin, 20 Nopember 2017 | 10:55 WIB

Tape Reading Saham ( Mengenali Bid dan Offer saham )

Sabtu, 14 September 2012 / columns / aryo sambodo / mandiri sekuritas
Tape Reading Saham ( Mengenali Bid dan Offer saham )

Tape Reading Saham merupakan sebuah seni dalam membaca pergerakan saham yang terlihat dalam transaksi yang terjadi pada running trade maupun pada order book. Teknik tape reading ini sendiri sudah diperkenalkan sejak dahulu, dimana pada era Jesse Livermore yang dituangkan dalam bukunya “ Reminiscences of a Stock Operator ” , Humphrey B.Neil “Tape Reading and Market Tactics” seta Gerald M.Loeb “The Battle for Investment Survival” dijelaskan mengenai beberapa tips dalam membaca pergerakan saham menggunakan bid dan offer saham. Dalam menggunakan analisa Tape Reading ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya :

Pertama yang harus dilakukan adalah mengenal volume harian suatu saham, jika suatu saham tersebut ditransaksikan diatas rata-rata volume hariannya maka ada kemungkinan saham tersebut siap-siap untuk terbang, dan juga kita perhatikan susunan bid dan offer saham tersebut. Saran penulis jangan terkecoh dengan posisi bid yang tebal karena bid tebal sendiri merupakan suatu jebakan. Ada beberapa sekuritas yang secara semu melakukan transaksi dengan memasang bid tebal agar tercipta suatu permintaan semu, hal ini akan membuat orang awam akan mencoba untuk mengikuti teori Supply and Demand jika permintaan lebih besar dari penawaran akan membuat harga meningkat. Teori seperti inilah yang coba dirubah oleh para Bandar Saham. Disini para Bandar Saham mencoba untuk menarik perhatian para investor saham dengan antri atau memasang di posisi bid sehingga bid menjadi tebal dengan tujuan agar para investor memakan offernya dengan harapan harganya akan naik. Dari sisi investor yang sedang melakukkan antrian atau sedang memperhatikan saham tersebut, mereka akan merasa ketakutan karena teori Supply and Demand tadi yang membuat para investor ketakutan harga saham tersebut akan naik jika tidak ikut membelinya.

Jadi secara umum, analisa bid offer saham dalam tape reading adalah dengan memperhatikan sususan bid offernya. Apakah timpang atau tidak, jika timpang dan bid lebih besar dari offer maka kemungkinan harga akan turun. Jika offer tebal dan bid tipis maka kemungkinan harga akan naik. Berikutnya yang kita perhatikan adalah cara memakan bid dan offernya, jika offer dimakan dengan lot besar dan jika offer dimakan dengan sekali hajar kemudian offer pindah ke bid dan bid ditebalin maka kemungkinan harga akan naik dan masih akan lanjut. Hal ini berbeda jika offer dimakan dengan lot kecil, kemudian pada saat offer mulai habis dan offernya diisi lagi maka hal ini merupakan suatu pertanda bahwa bandar sedang jualan dan harga akan segera turun jika barang bandar sudah habis ini sering disebut dengan istilah “Netting”.

Kita juga harus cermati siapa top buyer dan top seller dari saham tersebut dari top buyer dan top seller tersebut kita akan memperoleh informasi mengenai posisi harga rata-rata dari sekuritas tersbut yang bisa kita jadikan patokan untuk melakukan posisi dalam bertransaksi. Selain itu juga kita cermati Average Market Price dari suatu saham tersebut karena ada suatu teori dimana setiap investor besar yang melakukan transaksi biasanya mengambil posisi saham tidak jauh dari harga average market price yang terjadi dipasar.

Dibaca : 3820 kali
Baru dibaca Terpopuler