Senin, 18 Juni 2018 | 10:57 WIB

Sisa Gas Syaraf Ditemukan di Salisburry, Inggris, Tak Bahayakan Publik

Pejabat-pejabat kesehatan Inggris hari Minggu (11/3) mengatakan sisa-sisa gas syaraf yang digunakan dalam dugaan percobaan pembunuhan seorang mata-mata Rusia di Inggris ditemukan di bar dan restoran yang dikunjunginya, tetapi tidak menimbulkan risiko pada kesehatan publik.Pejabat-pejabat kesehatan itu mengatakan orang-orang yang datang ke Mill Pub dan restoran Zizzi di Salisburry, di barat daya Inggris, tanggal 4 -5 Maret lalu sebaiknya melakukan tindakan berjaga-jaga “sederhana” termasuk dengan mencuci pakaian mereka.“Meskipun tidak ada risiko kesehatan yang bisa langsung dirasakan oleh siapa pun yang mungkin berada di kedua lokasi itu, ada kemungkinan kecil, bahan beracun itu bersentuhan dengan pakaian atau barang-barang lain dan kemungkinan bisa mencemari kulit Anda. Kalau kontak-kontak itu terjadi berulangkali bisa menimbulkan risiko kecil terhadapa kesehatan,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Publik Inggris.Pejabat rumah sakit di Salisbury mengatakan tidak ada bukti serangan gas syaraf yang lebih luas di kota itu selain tiga orang yang telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak serangan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, yang kini dirawat dan berada dalam kondisi kritis.Polisi belum secara terang-terangan mengumumkan tentang bahan gas syaraf yang meracuni Skripal atau siapa yang bertanggungjawab atas hal itu. Tetapi kecurigaan mengarah pada Rusia.Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson mengatakan Inggris sedang “dipermainkan” oleh Rusia.Perdana Menteri Theresa May berjanji akan mengambil tindakan “yang tepat” jika diketahui bahwa Rusia bertanggungjawab atas keracunan yang dialami Skripal, tetapi menyerukan supaya berhati-hati dalam menangani masalah ini. [em/ii]Let's block ads! (Why?)
Senin, 12 Maret 2018 / rss idsatu.com
Sisa Gas Syaraf Ditemukan di Salisburry, Inggris, Tak Bahayakan Publik
Pejabat-pejabat kesehatan Inggris hari Minggu (11/3) mengatakan sisa-sisa gas syaraf yang digunakan dalam dugaan percobaan pembunuhan seorang mata-mata Rusia di Inggris ditemukan di bar dan restoran yang dikunjunginya, tetapi tidak menimbulkan risiko pada kesehatan publik.Pejabat-pejabat kesehatan itu mengatakan orang-orang yang datang ke Mill Pub dan restoran Zizzi di Salisburry, di barat daya Inggris, tanggal 4 -5 Maret lalu sebaiknya melakukan tindakan berjaga-jaga “sederhana” termasuk dengan mencuci pakaian mereka.“Meskipun tidak ada risiko kesehatan yang bisa langsung dirasakan oleh siapa pun yang mungkin berada di kedua lokasi itu, ada kemungkinan kecil, bahan beracun itu bersentuhan dengan pakaian atau barang-barang lain dan kemungkinan bisa mencemari kulit Anda. Kalau kontak-kontak itu terjadi berulangkali bisa menimbulkan risiko kecil terhadapa kesehatan,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Publik Inggris.Pejabat rumah sakit di Salisbury mengatakan tidak ada bukti serangan gas syaraf yang lebih luas di kota itu selain tiga orang yang telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak serangan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, yang kini dirawat dan berada dalam kondisi kritis.Polisi belum secara terang-terangan mengumumkan tentang bahan gas syaraf yang meracuni Skripal atau siapa yang bertanggungjawab atas hal itu. Tetapi kecurigaan mengarah pada Rusia.Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson mengatakan Inggris sedang “dipermainkan” oleh Rusia.Perdana Menteri Theresa May berjanji akan mengambil tindakan “yang tepat” jika diketahui bahwa Rusia bertanggungjawab atas keracunan yang dialami Skripal, tetapi menyerukan supaya berhati-hati dalam menangani masalah ini. [em/ii]Let's block ads! (Why?) Sumber :https://www.voaindonesia.com/a/sisa-gas-syaraf-ditemukan-di-salisburry-inggris-/4293455.html