Senin, 18 Juni 2018 | 10:51 WIB

Kabar Gembira, Pernikahan Bocah di India Turun Hampir 50 Persen

Liputan6.com, New Delhi - Badan PBB yang mengurusi masalah anak, UNICEF, mengatakan bahwa jumlah perempuan yang menikah di bawah umur di India, jumlahnya turun hampir separuhnya dalam satu dekade.UNICEF mengatakan, 25 juta pernikahan anak telah dicegah di seluruh dunia dalam satu dekade terakhir. Pengurangan tersebut paling besar terlihat di Asia Selatan, di mana India berada di garis terdepan."India menyumbang lebih dari 20 persen populasi remaja di dunia dan mencatat jumlah pernikahan anak tertinggi di Asia Selatan mengingat ukuran dan populasinya," ujar Javier Aguilar, Kepala Perlindungan Anak UNICEF seperti dikutip dari ABC Australia Plus, Kamis (8/3/2018)."Dalam tren saat ini, 27 persen anak perempuan -- hampir 1,5 juta anak perempuan -- di India menikah sebelum mereka berusia 18 tahun. Ini adalah penurunan tajam dari 47 persen pada satu dekade yang lalu," imbuh Aguilar.Dalam sebuah pernyataan, Penasihat Gender Utama UNICEF Anju Malhotra, mengatakan bahwa pernikahan anak, termasuk di India, menambah risiko kesehatan, pendidikan, dan penyalahgunaan, serta meningkatkan kemungkinan kemiskinan antar generasi."Mengingat dampak pernikahan anak yang mengubah kehidupan seorang gadis muda, pengurangan apapun adalah kabar baik, tapi kami harus menempuh perjalanan yang panjang," ujar Malhotra.Bocah malang itu meninggal sesaat setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-9 akibat leukimia.Let's block ads! (Why?)
Kamis, 08 Maret 2018 / rss idsatu.com
Kabar Gembira, Pernikahan Bocah di India Turun Hampir 50 Persen
Liputan6.com, New Delhi - Badan PBB yang mengurusi masalah anak, UNICEF, mengatakan bahwa jumlah perempuan yang menikah di bawah umur di India, jumlahnya turun hampir separuhnya dalam satu dekade.UNICEF mengatakan, 25 juta pernikahan anak telah dicegah di seluruh dunia dalam satu dekade terakhir. Pengurangan tersebut paling besar terlihat di Asia Selatan, di mana India berada di garis terdepan."India menyumbang lebih dari 20 persen populasi remaja di dunia dan mencatat jumlah pernikahan anak tertinggi di Asia Selatan mengingat ukuran dan populasinya," ujar Javier Aguilar, Kepala Perlindungan Anak UNICEF seperti dikutip dari ABC Australia Plus, Kamis (8/3/2018)."Dalam tren saat ini, 27 persen anak perempuan -- hampir 1,5 juta anak perempuan -- di India menikah sebelum mereka berusia 18 tahun. Ini adalah penurunan tajam dari 47 persen pada satu dekade yang lalu," imbuh Aguilar.Dalam sebuah pernyataan, Penasihat Gender Utama UNICEF Anju Malhotra, mengatakan bahwa pernikahan anak, termasuk di India, menambah risiko kesehatan, pendidikan, dan penyalahgunaan, serta meningkatkan kemungkinan kemiskinan antar generasi."Mengingat dampak pernikahan anak yang mengubah kehidupan seorang gadis muda, pengurangan apapun adalah kabar baik, tapi kami harus menempuh perjalanan yang panjang," ujar Malhotra.Bocah malang itu meninggal sesaat setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-9 akibat leukimia.Let's block ads! (Why?) Sumber :http://global.liputan6.com/read/3351714/kabar-gembira-pernikahan-bocah-di-india-turun-hampir-50-persen
Baru dibaca Terpopuler