Rabu, 20 Juni 2018 | 20:09 WIB

Perusahaan baja akan genjot produksi tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen baja dalam negeri berusaha untuk memaksimalkan produksinya tahun ini. Maklum, kebutuhan baja sebagai bahan dasar industri tiap tahun terus meningkat.  Corporate Secretary PT Krakatau Steel Tbk Suriadi Arif mengatakan, pihaknya optimistis penjualan bajanya naik hingga 40% menjadi 2,8 juta ton tahun ini. Untuk mencapainya, salah satu upaya yang dilakukan dengan memperbanyak kontrak suplai jangka panjang (long term supply agreement). "Tentunya berimplikasi positif pada kinerja keuangan dan kami optimis 2018 akan meraih laba," kata Suriadi kepada KONTAN, Rabu (28/2). Menurut Suriadi sektor yang mendongkrak permintaan baja tahun ini masih seimbang antara minyak, gas serta infrastruktur. "Baik swasta maupun pemerintah seimbang," lanjutnya. Sebelumnya, Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menyebut Krakatau Steel siap memenuhi kebutuhan pipa migas di tahun 2019. Terlebih jika nanti jika pabrik baja lembaran panas (hot strip mill) yang kedua sudah beroperasi dengan maksimal. “Kami akan menggandeng PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Posco untuk mendukung kerja sama suplai pipa baja minyak dan gas,” tambah Mas Wig. Sebagai catatan, PT KHI Pipe Industries, anak usaha Krakatau Steel di tahun 2017 punya kapasitas produksi pipa baja untuk migas 34.654 ton dengan penjualan sebesar 27.392 ton. Sedangkan untuk keperluan pengawasan proyek, pemerintah menunjuk PT Krakatau Engineering yang memiliki kompetensi dalam project management. Sementara itu, VP Corporate & External Affairs PT BlueScope Indonesia, Rhea Sianipar menjelaskan kapasitas produksi saat ini adalah 250.000 metrik ton per tahun. Sementara kebutuhan coated steel di Indonesia sekitar 1,6 juta ton per tahun. "Saat ini dari sisi kapasitas pabrik kami adalah yang terbesar, namun secara kapasitas kami belum maksimal, sehingga masih ada opportunity besar untuk kami meningkatkan market share kami," kata Rhea kepada KONTAN, Rabu (28/2). Asal tahu, PT NS BlueScope Indonesia (NSBI) memproduksi produk baja lapis seng atau BJLS bare (tanpa warna) dan painted (berwarna) sebanyak 250.000 ton per tahun. Target segmen BlueScope berada di sektor konstruksi untuk pasar proyek dan retail. Rhea menjelaskan tantangan ke depan cukup besar, dimana Indonesia akan memasuki tahun politik. Hal ini mempunyai kemungkingkan akan berdampak terhadap penundaan atau perlambatan beberapa proyek yang berjalan.  Selain itu pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) dan domestic direct investment yang mungkin melambat. "Tapi hasil studi kami memperlihatkan sektor retail masih bertumbuh, sehingga menjadi opportunity besar untuk kami mendorong retail bisnis kami," jelas Rhea. Reporter: Eldo Christoffel Rafael Editor: Herlina KartikaMANUFAKTUR[embedded content]Let's block ads! (Why?)
Rabu, 28 Februari 2018 / rss idsatu.com
Perusahaan baja akan genjot produksi tahun ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen baja dalam negeri berusaha untuk memaksimalkan produksinya tahun ini. Maklum, kebutuhan baja sebagai bahan dasar industri tiap tahun terus meningkat.  Corporate Secretary PT Krakatau Steel Tbk Suriadi Arif mengatakan, pihaknya optimistis penjualan bajanya naik hingga 40% menjadi 2,8 juta ton tahun ini. Untuk mencapainya, salah satu upaya yang dilakukan dengan memperbanyak kontrak suplai jangka panjang (long term supply agreement). "Tentunya berimplikasi positif pada kinerja keuangan dan kami optimis 2018 akan meraih laba," kata Suriadi kepada KONTAN, Rabu (28/2). Menurut Suriadi sektor yang mendongkrak permintaan baja tahun ini masih seimbang antara minyak, gas serta infrastruktur. "Baik swasta maupun pemerintah seimbang," lanjutnya. Sebelumnya, Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menyebut Krakatau Steel siap memenuhi kebutuhan pipa migas di tahun 2019. Terlebih jika nanti jika pabrik baja lembaran panas (hot strip mill) yang kedua sudah beroperasi dengan maksimal. “Kami akan menggandeng PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Posco untuk mendukung kerja sama suplai pipa baja minyak dan gas,” tambah Mas Wig. Sebagai catatan, PT KHI Pipe Industries, anak usaha Krakatau Steel di tahun 2017 punya kapasitas produksi pipa baja untuk migas 34.654 ton dengan penjualan sebesar 27.392 ton. Sedangkan untuk keperluan pengawasan proyek, pemerintah menunjuk PT Krakatau Engineering yang memiliki kompetensi dalam project management. Sementara itu, VP Corporate & External Affairs PT BlueScope Indonesia, Rhea Sianipar menjelaskan kapasitas produksi saat ini adalah 250.000 metrik ton per tahun. Sementara kebutuhan coated steel di Indonesia sekitar 1,6 juta ton per tahun. "Saat ini dari sisi kapasitas pabrik kami adalah yang terbesar, namun secara kapasitas kami belum maksimal, sehingga masih ada opportunity besar untuk kami meningkatkan market share kami," kata Rhea kepada KONTAN, Rabu (28/2). Asal tahu, PT NS BlueScope Indonesia (NSBI) memproduksi produk baja lapis seng atau BJLS bare (tanpa warna) dan painted (berwarna) sebanyak 250.000 ton per tahun. Target segmen BlueScope berada di sektor konstruksi untuk pasar proyek dan retail. Rhea menjelaskan tantangan ke depan cukup besar, dimana Indonesia akan memasuki tahun politik. Hal ini mempunyai kemungkingkan akan berdampak terhadap penundaan atau perlambatan beberapa proyek yang berjalan.  Selain itu pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) dan domestic direct investment yang mungkin melambat. "Tapi hasil studi kami memperlihatkan sektor retail masih bertumbuh, sehingga menjadi opportunity besar untuk kami mendorong retail bisnis kami," jelas Rhea. Reporter: Eldo Christoffel Rafael Editor: Herlina KartikaMANUFAKTUR[embedded content]Let's block ads! (Why?) Sumber :http://industri.kontan.co.id/news/perusahaan-baja-akan-genjot-produksi-tahun-ini
Baru dibaca Terpopuler