Jumat, 23 Februari 2018 | 13:48 WIB

15-2-1950: Uni Soviet dan China Teken Kerja Sama Pertahanan

Liputan6.com, Moskow - Uni Soviet dan Republik Rakyat China, dua negara berpaham komunis terbesar di dunia, mengumumkan penandatanganan kerjasama pertahanan dan beberapa isu strategis lainnya pada 15 Februari 1950.Mengutip dari laman History pada Rabu (13/2/2018), negosiasi di antara kedua negara dilakukan di kota Moskow sejak awal Februari. Negosiasi tersebut dihadiri oleh duet pemimpin China kala itu, Mao Tse Dong dan Zhou En-Lai, bersama pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, yang ditemani oleh Menteri Luar Negeri Andrei Vishinsky.Salah satu poin utama kerjasama tersebut adalah pemberian kucuran dana bantuan dari Rusia kepada China senilai lebih dari Rp 4 triliun.Sebagai imbal balik, Rusia meminta China memberikan konsensi khusus untuk kembali membangun jaringan rel kereta api di kawasan Manchuria, yakni menghubungkan antara kota Dairen dan kota Port Arhur di pesisir Selat Bering, demikian dalam Today In History.Selebihnya, kesepakatan di antara kedua negara itu adalah penguatan kerja sama pertahanan, guna bersiap menghadapi kemungkinan agresi Jepang di kemudian hari. Kala itu, Rusia dan China masih belum yakin bahwa Jepang benar-benar menyingkir keluar dari pusaran perang global.Zhou En-Lai bahkan sesumbar menyebut gabungan kekuatan militer Uni Soviet dan China akan mustahil dikalahkan oleh kekuatan besar lainnya di dunia.Simak video menarik tentang seorang mahasiswa tertua berusia 90 tahun di Rusia berikut: Kisah Mahasiswa Berusia 90 Tahun di Rusia - Liputan6 MalamLet's block ads! (Why?)
Kamis, 15 Februari 2018 / rss idsatu.com
15-2-1950: Uni Soviet dan China Teken Kerja Sama Pertahanan
Liputan6.com, Moskow - Uni Soviet dan Republik Rakyat China, dua negara berpaham komunis terbesar di dunia, mengumumkan penandatanganan kerjasama pertahanan dan beberapa isu strategis lainnya pada 15 Februari 1950.Mengutip dari laman History pada Rabu (13/2/2018), negosiasi di antara kedua negara dilakukan di kota Moskow sejak awal Februari. Negosiasi tersebut dihadiri oleh duet pemimpin China kala itu, Mao Tse Dong dan Zhou En-Lai, bersama pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, yang ditemani oleh Menteri Luar Negeri Andrei Vishinsky.Salah satu poin utama kerjasama tersebut adalah pemberian kucuran dana bantuan dari Rusia kepada China senilai lebih dari Rp 4 triliun.Sebagai imbal balik, Rusia meminta China memberikan konsensi khusus untuk kembali membangun jaringan rel kereta api di kawasan Manchuria, yakni menghubungkan antara kota Dairen dan kota Port Arhur di pesisir Selat Bering, demikian dalam Today In History.Selebihnya, kesepakatan di antara kedua negara itu adalah penguatan kerja sama pertahanan, guna bersiap menghadapi kemungkinan agresi Jepang di kemudian hari. Kala itu, Rusia dan China masih belum yakin bahwa Jepang benar-benar menyingkir keluar dari pusaran perang global.Zhou En-Lai bahkan sesumbar menyebut gabungan kekuatan militer Uni Soviet dan China akan mustahil dikalahkan oleh kekuatan besar lainnya di dunia.Simak video menarik tentang seorang mahasiswa tertua berusia 90 tahun di Rusia berikut: Kisah Mahasiswa Berusia 90 Tahun di Rusia - Liputan6 MalamLet's block ads! (Why?) Sumber :http://global.liputan6.com/read/3286983/15-2-1950-uni-soviet-dan-china-teken-kerja-sama-pertahanan
Baru dibaca Terpopuler