Jumat, 23 Februari 2018 | 13:52 WIB

Deltamas menargetkan penjualan lahan 40 hektare tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan fokus menjual lahan dalam kavling lebih kecil tahun ini. Pasalnya, kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) sudah banyak diisi oleh perusahaan otomotif besar sehingga membutuhkan industri pendukung. Oleh karena itu, Puradelta Lestari hanya menargetkan penjualan lahan industri seluas 40 hektare (ha) tahun ini. Target ini lebih rendah dari pencapaian tahun lalu yang berhasil menjual seluas 59,1 ha. Herwawan Wijaya, Direktur DMAS mengatakan, saat ini sudah banyak perusahaan otomotif besar yang beroperasi di GIIC seperti SAIC GM Wuling dan Mitsubishi Pabrik Mitsubishi menempati lahan seluas 51 ha dan telah beroperasi sejak April 2017, sedangkan Pabrik SAIC GM Wuling yang menempati lahan 60 ha telah beroperasi sejak Juli 2017. Menurutnya, perusahaan-perusahaan otomotif besar yang sudah ada di GIIC tersebut membutuhkan industri pendukung. "Jadi tahun ini kami akan lebih banyak mengincar penjualan lahan dalam bentuk kecil-kecil kepada perusahaan pendukung properti. Itu sebabnya target tahun ini turun. Meski begitu, kami tidak menutup diri jika ada permintaan lahan yang besar tahun ini," kata Hermawan di Jakarta, Selasa (13/2). Dengan fokus pada penjualan pada lahan dalam kavling kecil, Puradelta juga menargetkan harga lahan tahun ini akan lebih tinggi. Hermawan bilang, pihaknya selalu mendiskon harga jika penjualan dilakukan dalam ukuran yang besar. Adapun harga jual rata-rata lahan di GIIC tahun lalu sekitar Rp 1,7 juta- Rp 1,8 juta per metere persegi (m2). Sementara dengan penjualan lahan kavling lebih kecil maka harganya menurut Hermawan bisa lebih tinggi sekitar 15%-20% dari harga tahun lalu. Secara nilai, DMAS menargetkan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 1,25 triliun tahun ini. Sebagian besar ditargetkan dari penjualan lahan industri dan sebagian kecil berasal dari komersial dan residensial "Tahun ini porsi residensial hanya puluhan miliar dan komersial sekitar Rp 100-an miliar," kata Hermawan. Sedangkan tahun 2017, Puradelta berhasil mencapai membukukan marketing sales Rp 1,4 triliun . Sebesar Rp 1,01 triliun berasal dari penjualan lahan industri, Rp 160 miliar dari komersial, Rp 16 miliar dari residensial dan Rp 213 miliar dari penjualan lahan ke perusahaan joint venture yang dibentuk bersama Panahome. Tahun ini, Puradelta belum akan gencar melakukan pengembangan proyek residensial. Proyek kolaborasi perusahaan bersama Panahome untuk pengembangan 37 ha lahan di kota Deltamas baru akan mulai diluncurkan pada semester II 2018 mendatang. Pengembangan proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap. Hermawan bilang, saat ini, pihaknya masih dalam proses menetapkan master plan pengembangan proyek kolaborasi dengan Panahome. Rencana pengembangan tersebut akan mencapai 1.000 unit hunian yang akan menyasar segmen menengah ke atas. "Tahap pertama akan kami kembangkan 13 ha. Kami harapkan sudah bisa diluncurkan pada semester II mendatang," kata Hermawan. Selain akan mengembangkan proyek residensial, Puradelta juga sedang melakukan pembicaraan kerjasama dengan Javanese International School untuk masuk ke Kota Delta Mas. "Javanese International School di Bintaro sudah penuh, jadi mereka mau ekspansi ke lokasi lain, ini kami sedang melakukan pembicaraan dan kalau itu deal kemungkinan baru bisa beroperasi pada tahun 2019- 2020," tutur Hermawan. Jika terjadi kesepakatan, Puradelta nantinya akan membangun gedung yang akan disewakan oleh Javanese International School dalam jangka panjang. Reporter Dina Mirayanti Hutauruk Editor : Sanny CiciliaINDUSTRI PROPERTI[embedded content]Berita terbaru IndustriLet's block ads! (Why?)
Rabu, 14 Februari 2018 / rss idsatu.com
Deltamas menargetkan penjualan lahan 40 hektare tahun ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan fokus menjual lahan dalam kavling lebih kecil tahun ini. Pasalnya, kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) sudah banyak diisi oleh perusahaan otomotif besar sehingga membutuhkan industri pendukung. Oleh karena itu, Puradelta Lestari hanya menargetkan penjualan lahan industri seluas 40 hektare (ha) tahun ini. Target ini lebih rendah dari pencapaian tahun lalu yang berhasil menjual seluas 59,1 ha. Herwawan Wijaya, Direktur DMAS mengatakan, saat ini sudah banyak perusahaan otomotif besar yang beroperasi di GIIC seperti SAIC GM Wuling dan Mitsubishi Pabrik Mitsubishi menempati lahan seluas 51 ha dan telah beroperasi sejak April 2017, sedangkan Pabrik SAIC GM Wuling yang menempati lahan 60 ha telah beroperasi sejak Juli 2017. Menurutnya, perusahaan-perusahaan otomotif besar yang sudah ada di GIIC tersebut membutuhkan industri pendukung. "Jadi tahun ini kami akan lebih banyak mengincar penjualan lahan dalam bentuk kecil-kecil kepada perusahaan pendukung properti. Itu sebabnya target tahun ini turun. Meski begitu, kami tidak menutup diri jika ada permintaan lahan yang besar tahun ini," kata Hermawan di Jakarta, Selasa (13/2). Dengan fokus pada penjualan pada lahan dalam kavling kecil, Puradelta juga menargetkan harga lahan tahun ini akan lebih tinggi. Hermawan bilang, pihaknya selalu mendiskon harga jika penjualan dilakukan dalam ukuran yang besar. Adapun harga jual rata-rata lahan di GIIC tahun lalu sekitar Rp 1,7 juta- Rp 1,8 juta per metere persegi (m2). Sementara dengan penjualan lahan kavling lebih kecil maka harganya menurut Hermawan bisa lebih tinggi sekitar 15%-20% dari harga tahun lalu. Secara nilai, DMAS menargetkan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 1,25 triliun tahun ini. Sebagian besar ditargetkan dari penjualan lahan industri dan sebagian kecil berasal dari komersial dan residensial "Tahun ini porsi residensial hanya puluhan miliar dan komersial sekitar Rp 100-an miliar," kata Hermawan. Sedangkan tahun 2017, Puradelta berhasil mencapai membukukan marketing sales Rp 1,4 triliun . Sebesar Rp 1,01 triliun berasal dari penjualan lahan industri, Rp 160 miliar dari komersial, Rp 16 miliar dari residensial dan Rp 213 miliar dari penjualan lahan ke perusahaan joint venture yang dibentuk bersama Panahome. Tahun ini, Puradelta belum akan gencar melakukan pengembangan proyek residensial. Proyek kolaborasi perusahaan bersama Panahome untuk pengembangan 37 ha lahan di kota Deltamas baru akan mulai diluncurkan pada semester II 2018 mendatang. Pengembangan proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap. Hermawan bilang, saat ini, pihaknya masih dalam proses menetapkan master plan pengembangan proyek kolaborasi dengan Panahome. Rencana pengembangan tersebut akan mencapai 1.000 unit hunian yang akan menyasar segmen menengah ke atas. "Tahap pertama akan kami kembangkan 13 ha. Kami harapkan sudah bisa diluncurkan pada semester II mendatang," kata Hermawan. Selain akan mengembangkan proyek residensial, Puradelta juga sedang melakukan pembicaraan kerjasama dengan Javanese International School untuk masuk ke Kota Delta Mas. "Javanese International School di Bintaro sudah penuh, jadi mereka mau ekspansi ke lokasi lain, ini kami sedang melakukan pembicaraan dan kalau itu deal kemungkinan baru bisa beroperasi pada tahun 2019- 2020," tutur Hermawan. Jika terjadi kesepakatan, Puradelta nantinya akan membangun gedung yang akan disewakan oleh Javanese International School dalam jangka panjang. Reporter Dina Mirayanti Hutauruk Editor : Sanny CiciliaINDUSTRI PROPERTI[embedded content]Berita terbaru IndustriLet's block ads! (Why?) Sumber :http://industri.kontan.co.id/news/deltamas-menargetkan-penjualan-lahan-40-hektare-tahun-ini
Baru dibaca Terpopuler