Jumat, 23 Februari 2018 | 13:37 WIB

Turis China Jadi Korban Tindakan Rasis di Bandara London

Kisah insiden bernuansa rasisme yang diunggah ke situs Weibo itu langsung menjadi perbincangan luas para warganet di China. Tercatat, sebanyak lebih dari 14.800 komentar dan 65.300 tanda suka menghampiri unggahan terkait.Dalam unggahannya di Weibo, seorang tenaga pemasaran asal China yang tengah berpergian ke Inggris, mengklaim dirinya menemukan kejanggalan pada transaksi belanja yang dilakukan di cabang World Duty Free di Bandara Internasional Heathrow pada Minggu, 11 Februari 2018.Kasir toko bebas pajak terkait menyarankan kepada sang turis untuk berbelanja lebih dari Rp 18 juta, agar mendapat sebuah voucher potongan harga khusus. Alasannya sederhana, yakni karena konsumen itu berasal dari China.Ketika didesak tentang berapa nilai transaksi minimum, akhirnya terkuak bahwa nilainta berada jauh di bawah jumlah yang disarankan, yakni sekitar Rp 1,4 juta.Oleh beberapa kalangan, insiden tersebut dianggap miris karena terjadi beberapa hari sebelum sekitar 6,5 juta warga China berpergian ke luar negeri selama libur tujuh hari, yakni terkait perayaan Imlek.Lonjakan jumlah wisatawan asal China menjadi angin segar bagi pertumbuhan industri pariwisata global.Sepanjang 2016 lalu, arus wisatawan dari China dilaporkan melakukan pengeluaran hingga US$ 261 miliar, atau sekitar 4.900 triliun. Jumlah yang fantastis itu disebut berhasil memeceahkan rekor sebagai perputaran uang terbesar di sepanjang sejarah industri pariwisata global.Sementara itu, tiga negara di Asia diprediksi akan menjadi tujuan wisata utama warga China selama libur perayaan Imlek, yakni Thailand, Jepang, dan Singapura. Prediksi tersebut, menurut laporan situs layanan wisata terbesar di China Ctrip, turut diikuti oleh beberapa negara lainnya, termasuk Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat.Let's block ads! (Why?)
Selasa, 13 Februari 2018 / rss idsatu.com
Turis China Jadi Korban Tindakan Rasis di Bandara London
Kisah insiden bernuansa rasisme yang diunggah ke situs Weibo itu langsung menjadi perbincangan luas para warganet di China. Tercatat, sebanyak lebih dari 14.800 komentar dan 65.300 tanda suka menghampiri unggahan terkait.Dalam unggahannya di Weibo, seorang tenaga pemasaran asal China yang tengah berpergian ke Inggris, mengklaim dirinya menemukan kejanggalan pada transaksi belanja yang dilakukan di cabang World Duty Free di Bandara Internasional Heathrow pada Minggu, 11 Februari 2018.Kasir toko bebas pajak terkait menyarankan kepada sang turis untuk berbelanja lebih dari Rp 18 juta, agar mendapat sebuah voucher potongan harga khusus. Alasannya sederhana, yakni karena konsumen itu berasal dari China.Ketika didesak tentang berapa nilai transaksi minimum, akhirnya terkuak bahwa nilainta berada jauh di bawah jumlah yang disarankan, yakni sekitar Rp 1,4 juta.Oleh beberapa kalangan, insiden tersebut dianggap miris karena terjadi beberapa hari sebelum sekitar 6,5 juta warga China berpergian ke luar negeri selama libur tujuh hari, yakni terkait perayaan Imlek.Lonjakan jumlah wisatawan asal China menjadi angin segar bagi pertumbuhan industri pariwisata global.Sepanjang 2016 lalu, arus wisatawan dari China dilaporkan melakukan pengeluaran hingga US$ 261 miliar, atau sekitar 4.900 triliun. Jumlah yang fantastis itu disebut berhasil memeceahkan rekor sebagai perputaran uang terbesar di sepanjang sejarah industri pariwisata global.Sementara itu, tiga negara di Asia diprediksi akan menjadi tujuan wisata utama warga China selama libur perayaan Imlek, yakni Thailand, Jepang, dan Singapura. Prediksi tersebut, menurut laporan situs layanan wisata terbesar di China Ctrip, turut diikuti oleh beberapa negara lainnya, termasuk Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat.Let's block ads! (Why?) Sumber :http://global.liputan6.com/read/3283765/turis-china-jadi-korban-tindakan-rasis-di-bandara-london
Baru dibaca Terpopuler