Sabtu, 26 Mei 2018 | 17:07 WIB

39 Tahun Revolusi Islam Iran, Dubes: Kami Terus Berkembang

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyelenggarakan perayaan Ulang Tahun ke-39 Revolusi Islam Iran dan Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Senin 12 Februari 2018.Perhelatan itu dibuka secara resmi oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kabinet Kerja RI, Anggota DPR-RI, pejabat tinggi negara serta perwakilan diplomatik negara sahabat Iran di Indonesia.Tiga puluh sembilan tahun usai revolusi penggulinngan Dinasti Pahlavi yang penuh gejolak politik dan termasuk yang paling disorot oleh dunia pada saat itu, Mohammadi menyatakan bahwa Iran telah tumbuh dan berhasil mencapai beragam pencapaian."Revolusi Islam berhasil membuka babak baru ... mewujudkan tekad nasional dengan mendirikan sebuah republik yang terus berkembang," kata Mohammadi dalam pidato pembukaan di Jakarta, 12 Februari 2018."Pencapaian penting Republik Islam Iran mencakup kemerdekaan politik dan pendirian demokrasi, pemberian hak politik kepada warga negara, serta pertumbuhan ilmiah dan ekonomi -- yang ditunjukkan dengan posisi Iran di peringkat ke-18 sebagai negara dengan ekonomi paling efektif di dunia dalam indeks ekonomi global."Mohammadi juga menjelaskan, pada usia revolusi yang ke-39 tahun, langkah Iran untuk terus berkomitmen pada Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau Kesepakatan Nuklir Iran merupakan 'contoh penegasan Iran untuk berinteraksi dengan komunitas internasional dan berdiplomasi multilateral, yang bahkan dapat berfungsi sebagai model untuk menyelesaikan krisis internasional lainnya' -- dalam hal ini, terkait isu nuklir."Iran menganggap bahwa kepatuhan terhadap JCPOA sebagai suatu keharusan untuk mencapai kepentingan dan keamanan masyarakat internasional, serta memastikan pemenuhan komitmen internasional ... Terkait hal itu, verifikasi kesekian kalinya oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menjadi konfirmasi hukum yang tak terbantahkan sejauh ini."Selain itu, dalam pidatonya, Mohammadi menjelaskan bahwa Negeri Para Mullah berkomitmen untuk 'membasmi terorisme' di berbagai kawasan melalui 'tindakan kolektif serta kolaborasi yang serius dan komprehensif'.Dalam kesempatan yang sama, sang duta besar juga mengatakan bahwa sebagai negara Islam, Iran selalu 'menentang ketidakadilan yang dibebankan kepada orang-orang Palestina ... serta pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang pada dasarnya bertentangan dengan konsensus global dan muslim'.Demonstrasi tandingan ini menyusul aksi protes kelompok anti-pemerintah yang terjadi sejak Kamis, 28 Desember 2017Let's block ads! (Why?)
Selasa, 13 Februari 2018 / rss idsatu.com
39 Tahun Revolusi Islam Iran, Dubes: Kami Terus Berkembang
Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyelenggarakan perayaan Ulang Tahun ke-39 Revolusi Islam Iran dan Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Senin 12 Februari 2018.Perhelatan itu dibuka secara resmi oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kabinet Kerja RI, Anggota DPR-RI, pejabat tinggi negara serta perwakilan diplomatik negara sahabat Iran di Indonesia.Tiga puluh sembilan tahun usai revolusi penggulinngan Dinasti Pahlavi yang penuh gejolak politik dan termasuk yang paling disorot oleh dunia pada saat itu, Mohammadi menyatakan bahwa Iran telah tumbuh dan berhasil mencapai beragam pencapaian."Revolusi Islam berhasil membuka babak baru ... mewujudkan tekad nasional dengan mendirikan sebuah republik yang terus berkembang," kata Mohammadi dalam pidato pembukaan di Jakarta, 12 Februari 2018."Pencapaian penting Republik Islam Iran mencakup kemerdekaan politik dan pendirian demokrasi, pemberian hak politik kepada warga negara, serta pertumbuhan ilmiah dan ekonomi -- yang ditunjukkan dengan posisi Iran di peringkat ke-18 sebagai negara dengan ekonomi paling efektif di dunia dalam indeks ekonomi global."Mohammadi juga menjelaskan, pada usia revolusi yang ke-39 tahun, langkah Iran untuk terus berkomitmen pada Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau Kesepakatan Nuklir Iran merupakan 'contoh penegasan Iran untuk berinteraksi dengan komunitas internasional dan berdiplomasi multilateral, yang bahkan dapat berfungsi sebagai model untuk menyelesaikan krisis internasional lainnya' -- dalam hal ini, terkait isu nuklir."Iran menganggap bahwa kepatuhan terhadap JCPOA sebagai suatu keharusan untuk mencapai kepentingan dan keamanan masyarakat internasional, serta memastikan pemenuhan komitmen internasional ... Terkait hal itu, verifikasi kesekian kalinya oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menjadi konfirmasi hukum yang tak terbantahkan sejauh ini."Selain itu, dalam pidatonya, Mohammadi menjelaskan bahwa Negeri Para Mullah berkomitmen untuk 'membasmi terorisme' di berbagai kawasan melalui 'tindakan kolektif serta kolaborasi yang serius dan komprehensif'.Dalam kesempatan yang sama, sang duta besar juga mengatakan bahwa sebagai negara Islam, Iran selalu 'menentang ketidakadilan yang dibebankan kepada orang-orang Palestina ... serta pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang pada dasarnya bertentangan dengan konsensus global dan muslim'.Demonstrasi tandingan ini menyusul aksi protes kelompok anti-pemerintah yang terjadi sejak Kamis, 28 Desember 2017Let's block ads! (Why?) Sumber :http://global.liputan6.com/read/3282183/39-tahun-revolusi-islam-iran-dubes-kami-terus-berkembang