Minggu, 18 Februari 2018 | 02:40 WIB

Cadangan Devisa Akhir Januari 2018 Meningkat Jadi USD131,9 Miliar

JAKARTA - Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2018 tercatat USD131,98 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2017 sebesar USD130,20 miliar. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas. "Penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman di Jakarta, Rabu (7/2/2018). Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2018 tersebut cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor."Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," tandasnya. Sementara sebelumnya pada akhir Desember 2017, tercatat Cadev mencapai sebesar USD130,2 miliar atu lebih tinggi dibandingkan posisi akhir November 2017 sebesar USD125,97 miliar. Saat itu dipengaruhi penerbitan global bonds pemerintah serta penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah. (akr)Let's block ads! (Why?)
Rabu, 07 Februari 2018 / rss idsatu.com
Cadangan Devisa Akhir Januari 2018 Meningkat Jadi USD131,9 Miliar
JAKARTA - Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2018 tercatat USD131,98 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2017 sebesar USD130,20 miliar. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas. "Penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman di Jakarta, Rabu (7/2/2018). Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2018 tersebut cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor."Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," tandasnya. Sementara sebelumnya pada akhir Desember 2017, tercatat Cadev mencapai sebesar USD130,2 miliar atu lebih tinggi dibandingkan posisi akhir November 2017 sebesar USD125,97 miliar. Saat itu dipengaruhi penerbitan global bonds pemerintah serta penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah. (akr)Let's block ads! (Why?) Sumber :https://ekbis.sindonews.com/read/1280240/33/cadangan-devisa-akhir-januari-2018-meningkat-jadi-usd1319-miliar-1518008661