Rabu, 20 Juni 2018 | 20:10 WIB

Mendag Akui Indonesia Diserbu Produk Asing Via Online

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan bahwa Indonesia harus mengambil peluang dari era perekonomian digital yang terjadi saat ini. Pasalnya, saat ini Indonesia justru menjadi pasar produk asing yang masuk ke Indonesia lewat jalur perdagangan berbasis digital (online).Dia mengatakan, berkembangnya perusahaan marketplace di Tanah Air seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membuka pasar baru dari produk-produk Indonesia. "Kita harus bisa memanfaatkan marketplace yang besar ini untuk produk kita. Ini harusnya bisa membuka pasar dari produk kita, jangan sebaliknya negara ini hanya jadi pasar dari produk lain," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1/2018).Mendag mengatakan, saat ini banyak produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan bebas tanpa dikenakan bea masuk apa pun. Hal ini lantaran produk tersebut dijajakan lewat jalur perdagangan online."Mohon maaf, itulah yang diduga terjadi. Masuknya melalui online dengan bebas bea segala macam," ujar dia.Sebab itu, dalam pertemuan World Trade Organization (WTO) beberapa waktu lalu, pihaknya menolak moratorium atas bea masuk untuk barang yang tidak berwujud (intangible goods). Pemerintah ingin dapat menetapkan bea masuk untuk intangible goods yang berasal dari luar negeri, seperti software ataupun e-book."Itu yang melandasi Indonesia waktu sidang WTO menolak moratorium atas bea masuk. Yang kita menyetujui pembebasan bea itu waktu di transmitnya saja. Tapi sesudah dikirim barangnya, apa itu goods atau lagu maka Indonesia berhak menetapkan bea masuk. Sehingga, kita berikan level of playing field yang sama dengan penjualan offline," terang Enggar. (izz)Let's block ads! (Why?)
Rabu, 31 Januari 2018 / rss idsatu.com
Mendag Akui Indonesia Diserbu Produk Asing Via Online
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan bahwa Indonesia harus mengambil peluang dari era perekonomian digital yang terjadi saat ini. Pasalnya, saat ini Indonesia justru menjadi pasar produk asing yang masuk ke Indonesia lewat jalur perdagangan berbasis digital (online).Dia mengatakan, berkembangnya perusahaan marketplace di Tanah Air seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membuka pasar baru dari produk-produk Indonesia. "Kita harus bisa memanfaatkan marketplace yang besar ini untuk produk kita. Ini harusnya bisa membuka pasar dari produk kita, jangan sebaliknya negara ini hanya jadi pasar dari produk lain," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1/2018).Mendag mengatakan, saat ini banyak produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan bebas tanpa dikenakan bea masuk apa pun. Hal ini lantaran produk tersebut dijajakan lewat jalur perdagangan online."Mohon maaf, itulah yang diduga terjadi. Masuknya melalui online dengan bebas bea segala macam," ujar dia.Sebab itu, dalam pertemuan World Trade Organization (WTO) beberapa waktu lalu, pihaknya menolak moratorium atas bea masuk untuk barang yang tidak berwujud (intangible goods). Pemerintah ingin dapat menetapkan bea masuk untuk intangible goods yang berasal dari luar negeri, seperti software ataupun e-book."Itu yang melandasi Indonesia waktu sidang WTO menolak moratorium atas bea masuk. Yang kita menyetujui pembebasan bea itu waktu di transmitnya saja. Tapi sesudah dikirim barangnya, apa itu goods atau lagu maka Indonesia berhak menetapkan bea masuk. Sehingga, kita berikan level of playing field yang sama dengan penjualan offline," terang Enggar. (izz)Let's block ads! (Why?) Sumber :https://ekbis.sindonews.com/read/1278219/34/mendag-akui-indonesia-diserbu-produk-asing-via-online-1517384503
Baru dibaca Terpopuler