Rabu, 20 Juni 2018 | 20:20 WIB

Menaati Pemimpin

Islam sangat memerintahkan umat agar menaati pemimpin atau ulil amri.REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Serangkaian kisah Shammil (Samuel), Talut (Saul), Jalut (Goliath), dan Daud (Davidh) tersebut dikabarkan dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 246 hingga 251. Kisah tersebut pun terdapat dalam Kitab Injil dengan pemaparan yang teramat panjang. Namun, inti kisah tak jauh berbeda seperti yang termaktub dalam Alquran meski dalam beberapa hal ada perbedaan.Untuk penjelasan kisah lebih rinci, Muslimin dapat merujuk buku tafsir yang juga menjelaskan kisah tersebut lebih rinci, sesuai riwayat Rasulullah dari para sahabat beliau. Tafsir Ath Thabari pun memaparkan kisah itu hingga berpuluh halaman. Dalam tafsir Ibnu Katsir kisah tersebut tak luput. Beliau juga menceritakannya dalam Kitab Stories of The Prophet Tafsir Ibn Katsir.Dengan demikian, dapat dipastikan kebenaran kisah Talut dan Jalut tersebut. Bahkan, kisah ini juga masuk sejarah masyarakat Arab, terlepas kebenaran rincian kisah yang beragam di kalangan Muslimin dan ahli kitab. Meski demikian, Allah telah menyatakan di pengujung kisah ayat tersebut bahwa kisah itu adalah nyata terjadi di antara kehidupan para nabi. Rasulullah pun mengisahkannya tanpa mengada-ada dan tanpa menyontek kitab sebelumnya. “Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu (Rasulullah) benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus,” demikian surah Al-Baqarah ayat 252.Meski terjadi keberagaman versi, perjalanan Talut tersebut melahirkan banyak hikmah. Salah satunya, yakni menaati pemimpin. Dalam kisah Talut disebutkan bahwa betapa Bani Israil tak menaati larangan meminum air sungai. Mereka pun jatuh pada dosa, bahkan tak diakui lagi sebagai pengikut talut. Padahal sebelumnya, merekalah yang meminta nabi Shammil mengangkat seorang pemimpin bagi mereka. Bani Israil yang meminta pemimpin untuk berjihad, pada akhirnya membangkang dan enggan berjihad bersama Talut.Sementara, Islam sangat memerintahkan umat agar menaati pemimpin atau ulil amri. Terdapat banyak dalil yang mengisyaratkan perintah tersebut. Di antaranya, dalam surah an-Nisa ayat 83 dan ayat 59. “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu...” nLet's block ads! (Why?)
Jumat, 26 Januari 2018 / rss idsatu.com
Menaati Pemimpin
Islam sangat memerintahkan umat agar menaati pemimpin atau ulil amri.REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Serangkaian kisah Shammil (Samuel), Talut (Saul), Jalut (Goliath), dan Daud (Davidh) tersebut dikabarkan dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 246 hingga 251. Kisah tersebut pun terdapat dalam Kitab Injil dengan pemaparan yang teramat panjang. Namun, inti kisah tak jauh berbeda seperti yang termaktub dalam Alquran meski dalam beberapa hal ada perbedaan.Untuk penjelasan kisah lebih rinci, Muslimin dapat merujuk buku tafsir yang juga menjelaskan kisah tersebut lebih rinci, sesuai riwayat Rasulullah dari para sahabat beliau. Tafsir Ath Thabari pun memaparkan kisah itu hingga berpuluh halaman. Dalam tafsir Ibnu Katsir kisah tersebut tak luput. Beliau juga menceritakannya dalam Kitab Stories of The Prophet Tafsir Ibn Katsir.Dengan demikian, dapat dipastikan kebenaran kisah Talut dan Jalut tersebut. Bahkan, kisah ini juga masuk sejarah masyarakat Arab, terlepas kebenaran rincian kisah yang beragam di kalangan Muslimin dan ahli kitab. Meski demikian, Allah telah menyatakan di pengujung kisah ayat tersebut bahwa kisah itu adalah nyata terjadi di antara kehidupan para nabi. Rasulullah pun mengisahkannya tanpa mengada-ada dan tanpa menyontek kitab sebelumnya. “Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu (Rasulullah) benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus,” demikian surah Al-Baqarah ayat 252.Meski terjadi keberagaman versi, perjalanan Talut tersebut melahirkan banyak hikmah. Salah satunya, yakni menaati pemimpin. Dalam kisah Talut disebutkan bahwa betapa Bani Israil tak menaati larangan meminum air sungai. Mereka pun jatuh pada dosa, bahkan tak diakui lagi sebagai pengikut talut. Padahal sebelumnya, merekalah yang meminta nabi Shammil mengangkat seorang pemimpin bagi mereka. Bani Israil yang meminta pemimpin untuk berjihad, pada akhirnya membangkang dan enggan berjihad bersama Talut.Sementara, Islam sangat memerintahkan umat agar menaati pemimpin atau ulil amri. Terdapat banyak dalil yang mengisyaratkan perintah tersebut. Di antaranya, dalam surah an-Nisa ayat 83 dan ayat 59. “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu...” nLet's block ads! (Why?) Sumber :http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/01/26/p35olh313-menaati-pemimpin
Baru dibaca Terpopuler