Rabu, 20 Juni 2018 | 20:21 WIB

Maryam Durrani, Muslimah AS yang Sukses Jadi Penulis Muda

Durrani, kini berusia 18 tahun. Ia mengatakan keberhasilannya menulis tidak lepas dari peran orangtuanya. Sang ayah, Irfan Durrani, membantu menerbitkan buku-bukunya. Sementara ibunya, Zainab Durrani, menyemangatinya untuk membuat karya literatur."Maryam selalu menyukai buku. Saya ingat ketika dia berusia tiga tahun, setiap kali dia sedang marah, satu-satunya cara untuk menghiburnya adalah dengan membacakan buku untuknya. Dan saya tahu dari ekspresi wajahnya bahwa dia bisa terbuai dalam dunia imajinasinya," ujar Zainab. Tapi remaja itu bosan dengan buku-buku dengan jalan cerita tradisional, di mana seringkali tokoh laki-laki yang jadi pahlawan. Karena itu dia memutuskan untuk mengubahnya, dengan menciptakan tokoh-tokoh yang akan menarik perhatian anak-anak perempuan. "Saya ingin menulis mengenai seseorang yang bisa dijadikan idola. Dari situlah muncul gagasan untuk menciptakan seorang tokoh utama perempuan. Dia seorang ksatria. Dia bisa melakukan apa saja yang diinginkannya. Dan dia kuat! Saya ingin menulis tentang seorang idola bagi saya dan anak-anak perempuan lainnya," imbuh Maryam. Orangtuanya sangat bangga dengan prestasi Maryam sebagai penulis, tapi yang lebih membanggakan adalah putrinya telah menjadi idola bagi banyak anak perempuan – termasuk mereka yang mengenakan hijab seperti Maryam.Let's block ads! (Why?)
Rabu, 13 Juni 2018 / rss idsatu.com
Maryam Durrani, Muslimah AS yang Sukses Jadi Penulis Muda
Durrani, kini berusia 18 tahun. Ia mengatakan keberhasilannya menulis tidak lepas dari peran orangtuanya. Sang ayah, Irfan Durrani, membantu menerbitkan buku-bukunya. Sementara ibunya, Zainab Durrani, menyemangatinya untuk membuat karya literatur."Maryam selalu menyukai buku. Saya ingat ketika dia berusia tiga tahun, setiap kali dia sedang marah, satu-satunya cara untuk menghiburnya adalah dengan membacakan buku untuknya. Dan saya tahu dari ekspresi wajahnya bahwa dia bisa terbuai dalam dunia imajinasinya," ujar Zainab. Tapi remaja itu bosan dengan buku-buku dengan jalan cerita tradisional, di mana seringkali tokoh laki-laki yang jadi pahlawan. Karena itu dia memutuskan untuk mengubahnya, dengan menciptakan tokoh-tokoh yang akan menarik perhatian anak-anak perempuan. "Saya ingin menulis mengenai seseorang yang bisa dijadikan idola. Dari situlah muncul gagasan untuk menciptakan seorang tokoh utama perempuan. Dia seorang ksatria. Dia bisa melakukan apa saja yang diinginkannya. Dan dia kuat! Saya ingin menulis tentang seorang idola bagi saya dan anak-anak perempuan lainnya," imbuh Maryam. Orangtuanya sangat bangga dengan prestasi Maryam sebagai penulis, tapi yang lebih membanggakan adalah putrinya telah menjadi idola bagi banyak anak perempuan – termasuk mereka yang mengenakan hijab seperti Maryam.Let's block ads! (Why?) Sumber :https://www.liputan6.com/ramadan/read/3559860/maryam-durrani-muslimah-as-yang-sukses-jadi-penulis-muda
Baru dibaca Terpopuler