Rabu, 20 Juni 2018 | 20:08 WIB

Investasi Bodong Seperti Virus yang Menjangkit di Masyarakat

loading... JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai, investasi ilegal alias investasi bodong seperti virus yang menjangkit masyarakat di Tanah Air. Jika tidak ditangani dengan segera, maka virus tersebut akan menyebar ganas dan semakin memakan korban.Dia mengatakan, virus tersebut tidak akan menyebar jika daya tahan tubuh manusia kuat. Sama halnya dengan virus investasi bodong, jika pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan baik maka virus tersebut tidak akan menjangkit."Ini (investasi bodong) seperti virus. Mungkin virus itu tidak akan meyebar ganas kalau kita kuat. Itu akan menyebar cepat dan jadi kronis kalau kita tidak cepat," katanya di Jakarta, Jumat (25/5/2018).Sayangnya, pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan dan investasi belum tinggi. Pada 2016 saja, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru sekitar 29,7% meskipun sudah mengalami peningkatan dari 2013 yang baru sebesar 21,8%."Rendahnya literasi, berakibat pada banyaknya kerugian. Kerugian 10 tahun itu sudah lebih dari Rp100 triliun, luar biasa. Bahkan masih banyak yang sebenarnya mengalami kerugian, namun malu melaporkan kalau kena penipuan," imbuh dia.Bahkan, kata Wimboh, investasi bodong tidak hanya menjangkit orang-orang di daerah pedalaman. Melainkan juga orang berpendidikan tinggi hingga pejabat pun terkena virus tersebut."Rupayanya bukan hanya orang yang daerah pedalaman, tapi juga orang berpendidikan tinggi, bahkan pejabat pun cukup kena (penipuan). Kita prihatin dengan data demikian. Jadi ini perlu sosialisasi bukan hanya ke kampung, tapi juga ke pejabat yang ada," tandasnya. (ven) Let's block ads! (Why?)
Jumat, 25 Mei 2018 / rss idsatu.com
Investasi Bodong Seperti Virus yang Menjangkit di Masyarakat
loading... JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai, investasi ilegal alias investasi bodong seperti virus yang menjangkit masyarakat di Tanah Air. Jika tidak ditangani dengan segera, maka virus tersebut akan menyebar ganas dan semakin memakan korban.Dia mengatakan, virus tersebut tidak akan menyebar jika daya tahan tubuh manusia kuat. Sama halnya dengan virus investasi bodong, jika pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan baik maka virus tersebut tidak akan menjangkit."Ini (investasi bodong) seperti virus. Mungkin virus itu tidak akan meyebar ganas kalau kita kuat. Itu akan menyebar cepat dan jadi kronis kalau kita tidak cepat," katanya di Jakarta, Jumat (25/5/2018).Sayangnya, pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan dan investasi belum tinggi. Pada 2016 saja, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru sekitar 29,7% meskipun sudah mengalami peningkatan dari 2013 yang baru sebesar 21,8%."Rendahnya literasi, berakibat pada banyaknya kerugian. Kerugian 10 tahun itu sudah lebih dari Rp100 triliun, luar biasa. Bahkan masih banyak yang sebenarnya mengalami kerugian, namun malu melaporkan kalau kena penipuan," imbuh dia.Bahkan, kata Wimboh, investasi bodong tidak hanya menjangkit orang-orang di daerah pedalaman. Melainkan juga orang berpendidikan tinggi hingga pejabat pun terkena virus tersebut."Rupayanya bukan hanya orang yang daerah pedalaman, tapi juga orang berpendidikan tinggi, bahkan pejabat pun cukup kena (penipuan). Kita prihatin dengan data demikian. Jadi ini perlu sosialisasi bukan hanya ke kampung, tapi juga ke pejabat yang ada," tandasnya. (ven) Let's block ads! (Why?) Sumber :https://ekbis.sindonews.com/read/1308874/178/investasi-bodong-seperti-virus-yang-menjangkit-di-masyarakat-1527228062