Selasa, 23 Januari 2018 | 18:52 WIB

Harga Perangkat Seluler Naik 10-15 Persen

Selasa, 27 Agustus 2013 / tech & autos / antara

Jakarta, investorpialang.com - Harga perangkat seluler, seperti ponsel atau gadget, ikut merangkak naik hingga 10--15 persen menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu terakhir.

Ketua Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI) Eko Nilam yang dihubungi di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah amat memengaruhi daya beli masyarakat sehingga importir terpaksa harus menaikkan harga jual.

"Dampaknya sangat jauh sekarang gara-gara turunnya rupiah. Daya beli turun, sementara modal impor tinggi, kami terpaksa naikkan harga hingga 10--15 persen," kata Eko.

Kenaikan itu, dijelaskannya, telah dilakukan sejak awal rupiah mengalami depresiasi, yakni sekitar sebelum Idulfitri 1434 Hijriah atau awal Agustus lalu.

Meski perangkat seluler bukanlah kebutuhan prioritas, para importir kini mulai menjerit atas imbas pelemahan nilai tukar rupiah ini.

"Semua harga naik, bahkan tempe saja naik. Jadi, masyarakat akan prioritaskan tempe ketimbang seluler," katanya.

Daya beli yang menurun, lanjut Eko, tentu membuat importir kewalahan karena biaya operasional akan terus berjalan, sementara pemasukan berkurang.

"Ada total 25 anggota asosiasi aktif yang sudah menjerit karena turunnya rupiah, untungnya belum ada yang sampai gulung tikar," katanya.

Dibaca : 668 kali
Baru dibaca Terpopuler