Rabu, 25 April 2018 | 03:57 WIB

Kontribusi Positif Industri Telekomunikasi Indonesia di Berbagai Sektor

Jumat, 14 Juni 2013 / tech & autos / investorpialang.com

Jakarta, investorpialang.com – Pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia pada tahun 2012 lalu tercatat mencapai 10%, sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 12%. Beberapa kalangan menilai penurunan ini karena industri TI Indonesia telah mencapai titik jenuh dan cenderung stagnan.

Namun hal ini dibantah oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Tifatul Sembiring. Dalam pidatonya pada pembukaan acara The 10th Indonesia Cellular Show di Jakarta Convention Center kemarin, ia berpendapat masih ada celah bagi industri TI untuk bertumbuh. “Pasar Indonesia sebenarnya belum mencapai titik maturity atau jenuh. Masih banyak peluang pertumbuhan yang bisa kita gali. Inilah yang menjadi PR para pelaku industri telekomunikasi Indonesia, mulai dari para operator, produsen gadget serta industri terkait lainnya. Mereka harus bisa menciptakan peluang untuk bertumbuh, termasuk peluang untuk memperluas pasar TI lokal ke pasar regional atau bahkan internasional,” tegas Menkominfo.

Industri TI bahkan disebut masih bisa berkembang lebih baik lagi. Pasar teknologi informasi di Indonesia menurut Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Yayasan Apkomindo) secara umum masih menunjukkan tren positif. Pasar tablet PC per akhir 2012 tumbuh 40% dan diperkirakan akan terus tumbuh hingga mencapai 60% pada akhir tahun ini.

Dilihat secara sekilas, pada kuartal pertama tahun ini memang terjadi penurunan pengiriman PC secara global sekitar 10%-20%. Namun perlu digarisbawahi bahwa industri TI masih memiliki semester depan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Merujuk pada optimisme Apkomindo, periode penjualan tertinggi masih mungkin untuk diraih pada kuartal ketiga dan keempat 2013. Penjualan tablet PC bahkan cenderung meningkat dan ini bisa dilihat sebagai perubahan pola konsumsi belanja IT dan bukan penurunan. Yaitu perubahan dari  perangkat diam ke perangkat bergerak atau mobile.

Perubahan pola konsumsi di bidang perangkat bergerak, termasuk layanan, teknologi, dan lain-lain, bahkan terjadi dalam tempo yang demikian cepat. Hampir setiap saat muncul produk atau layanan baru yang dilempar ke pasar demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan industri telekomunikasi yang andal. Produk handphone misalnya, rata-rata hanya bertahan paling lama 3-4 tahun, sebelum berganti model dengan tambahan fitur yang beragam. Hal ini mengundang pengguna untuk terus meng-ugrade gadget mereka ke versi terbaru demi mengikuti perkembangan pasar global.

Sajian Berbagai Produk TI Terbaru

Salah satu wadah untuk mencari tahu mengenai produk, layanan, tren serta informasi terbaru industri telekomunikasi adalah melalui pameran-pameran di bidang IT dan sejenisnya. Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat bisa mengetahui tren dan informasi terbaru seputar industri IT dan industri terkait. Peserta pameran yang terdiri dari berbagai produsen, vendor dan pemain industri lain semakin memperkaya informasi yang dibutuhkan konsumen. Selain informasi, konsumen juga mendapatkan keuntungan dalam hal kesempatan untuk mencoba berbagai produk sebelum memutuskan untuk membeli produk yang sesuai keinginan mereka. Ini menjadi salah satu alasan banyak konsumen yang menghadiri suatu pameran lebih dari satu kali karena kunjungan pertama lebih dimaksudkan sebagai sarana windows shopping

Di sisi lain, para produsen, vendor dan pemain industri memiliki kemudahan untuk menyasar berbagai lapisan masyarakat di satu tempat dan satu waktu. Tidak sedikit peserta pameran yang memanfaatkan momentum pameran untuk meluncurkan produk, baik di hari pertama maupun di hari-hari berikut selama penyelenggaraan pameran. Endorsemen dari tokoh ataupun artis atas saat membuka pameran dan berkunjung ke booth peserta juga menjadi daya tarik pameran yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.

Gaung publikasi kegiatan pameran, peserta pameran, dan berbagai acara di dalamnya semakin diperluas dengan kehadiran media yang meliput kegiatan pameran. Berbagai program acara dipublikasikan secara rutin selama penyelenggaraan pameran. Dengan mengikuti pameran-pameran tersebut, seluruh pihak mendapatkan manfaat yang cukup besar dari berbagai sisi.

Kemampuan untuk menarik minat publik, menggaungkannya ke khalayak ramai serta kemampuan untuk memberikan pengalaman menarik dan bermanfaat bagi publik inilah yang menjadi salah satu alasan Dyandra Promosindo untuk kembali menggelar pameran yang menyajikan berbagai produk berbasis TI di bawah payung “Indonesia IT, Gadget & Electronic Show 2013”. Di bawah payung besar inilah pihak panitia menggelar pameran yang menggabungkan 3 industri berbeda namun memiliki benang merah yang sama: teknologi dan telekomunikasi. Ketiga industri ini adalah TI dan elektronik yang berada di bawah bendera pameran Festival Komputer Indonesia dan industri layanan dan produk telekomunikasi di bawah bendera pameran The 10th Indonesia Cellular Show (ICS) 2013. Ketiga industri ini menyatu dalam pameran yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center mulai 12 – 16 Juni 2013.

Diramaikan Pelajar dan Mahasiswa

Pada hari pertama kemarin, pameran The 10th Indonesia Cellular Show (2013) tidak hanya diramaikan oleh masyarakat umum tetapi juga oleh pelajar SMP, SMA dan mahasiswa. Hal ini menjadi bukti bahwa pameran ICS sekaligus menjadi ajang edukasi bagi para generasi muda Indonesia, selain kalangan profesional dan masyarakat umum.

Salah satu booth yang ramai dikunjungi oleh pelajar adalah booth Telkomsel dimana pada kesempatan hari pertama kemarin, Telkomsel mengundang para pelajar yang meraih nilai terbaik dalam UN 2013 untuk datang dan menikmati pameran. Selain itu, hari pertama pameran kemarin juga diramaikan oleh kedatangan pelajar dari Universitas Gunadarma dan Universitas Mercu Buana. Para mahasiswa ini kemarin berkesempatan menghadiri seminar bertajuk “Mobile Cloud Computing” yang membahas penggunaan teknologi cloud computing atau komputasi awan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kehadiran para pelajar ini adalah salah satu bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial kami selaku penyelenggara. Mengundang berbagai sekolah dan universitas di Jakarta, Bandung, dan kota lain sudah kami lakukan sejak beberapa waktu belakangan. Ini menjadi bukti bahwa pameran yang kami selenggarakan tidak hanya fokus pada aspek komersial tetapi juga memperhatikan aspek sosial,” jelas Dwi Putri Winahyu, yang akrab dipanggil Wina, selaku  Manager Divisi IT, Dyandra Promosindo.

Para pelajar ini juga direncanakan untuk hadir kembali hari ini (13/06/2013) dalam acara Temu Pelanggan Selular yang diselenggarakan melalui kerjasama dengan Kompas Gramedia. Acara ini diharapkan akan mampu memberikan pemahaman baru terkait perkembangan industri telekomunikasi Indonesia. “Kami berharap acara-acara yang kami susun akan mampu meningkatkan jumlah pengunjung di hari kedua ini,” ujar Wina lagi.

Banjir Promo

Salah satu daya tarik berbagai pameran yang diselenggarakan di Indonesia adalah beragamnya promo-promo menarik yang ditawarkan khusus selama pameran. Tidak sedikit produsen gadget atau layanan lain yang menawarkan potongan harga hingga 50% bahkan 75%. Salah satu produk yang memberi promo hingga 75% adalah Hippo Power Bank. Vendor power bank ini juga memberikan harga murah produk mereka melalui sistem lelang.

Selama pameran, produk Smartfren juga ditawarkan dengan harga khusus berupa potongan harga hingga 50% untuk produk-produk tertentu. Bagi para pecinta sepak bola khususnya Liga Inggris, Telkomsel menawarkan kesempatan untuk berfoto di ‘ruang ganti’ para pemain Arsenal. Hanya dengan menukarkan 1 poin, para pengunjung berkesempatan untuk bergaya di replika ruang ganti Arsenal di booth Telkomsel. Di sini juga ditampilkan berbagai aksesoris asli pemain seperti kaos, sepatu dan lain-lain.

Dengan berbagai promo menarik telah berhasil menarik perhatian pengunjung di hari pertama, diharapkan pada hari kedua dan seterusnya jumlah pengunjung akan terus bertambah seiringnya masuknya masa libur sekolah.

Dibaca : 502 kali
Baru dibaca Terpopuler