Rabu, 22 Nopember 2017 | 19:53 WIB

FAO Serukan Indonesia Jaga Keanekaragaman Hayati

Selasa, 04 Juni 2013 / life & style / antara

Bogor, investorpialang.com - Direktur Fisheries and Aquaculture Resources Division Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Prof Indroyono Soesilo mengatakan perlunya Indonesia menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati dan ekosistem laut.

"Selain itu, memaksimalkan pemanfaatkan pangan berbasis ikan dan mengoptimalkan keuntungan sosial ekonominya bagi masyarakat," katanya melalui Humas Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor, Jawa Barat, Senin.

Indroyono Soesilo hadir di IPB untuk memberikan kuliah umum bertema "Perkembangan Akuakultur dan Perikanan Dunia serta Posisi Perikanan Indonesia" di kampus IPB Dramaga.

Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-50 IPB.

Menurut dia, pembangunan budidaya dan perikanan tangkap mesti diupayakan dalam kaitan pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem laut.

Selain itu, kata dia, juga harus mengoptimalkan sumber daya hayati laut lainnya di samping ikan, seperti rumput laut sebagai bahan baku obat-obatan, pangan, kosmetik, bioteknologi, industri tekstil, keramik dan sebagainya.

Menurut Indroyono, Direktur FAO pertama asal Indonesia, peran sektor perikanan dalam mendukung pemberantasan kemiskinan sangat berperan penting.

"Komoditas ini membantu mengurangi kemiskinan, kelaparan dan kekurangan gizi," katanya.

Di samping itu, kata dia, sektor perikanan menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi, menjadi sumber pendapatan masyarakat, sumber pangan, dan penghasil devisa dalam perdagangan internasional.

Ia memberi rujukan data pada 2010, sektor perikanan Indonesia menyerap 54,8 juta tenaga kerja dan menopang kehidupan 660-820 juta orang.

Untuk Asia, katanya, sektor ini menyumbang 60 persen produksi ikan dunia dan mayoritas berasal dari usaha mikro kecil menengah.

Menurut dia, secara langsung 128 juta ton ikan dikonsumsi sebagai pangan membantu mengurangi angka kelaparan, kemiskinan dan menekan gizi buruk di dunia.

Ikan dikonsumsi masyarakat dunia rata-rata 18,4 kilogram per kapita dan 47 persen produksi ikan berasal dari hasil budidaya perikanan, demikian Indroyono Soesilo.

Dibaca : 676 kali
Baru dibaca Terpopuler