Minggu, 27 Mei 2018 | 22:57 WIB

Cara Unik Pindahkan Panda ke Alam Bebas

Sabtu, 05 Mei 2012 / life & style / st05

 

Pialang News - Pada pandangan pertama, mungkin  Anda akan mengira ini adalah  adegan konvensi panda raksasa terburuk di dunia. Atau bisa jadi, ini seperti acara lawakan atau guyonan khas televisi.

Bagaimana tidak, empat pria dengan mengenakan kostum seperti panda, berwarna hitam dan putih, seolah-olah hendak mengajak ‘guyon’ kita semua.

Tapi, tebakan itu ternyata salah! Kenyataannya, empat pria ini diketahui adalah para peneliti di Cagar Alam Nasional Wolong di provinsi Sichuan China.

Mereka sedang melakukan pekerjaan yang benar-benar serius dan penting, yakni merehabilitasi Panda Raksasa ke alam bebas.

Bukan tanpa sebab mereka mengenakan kostum panda tersebut. Kostum ini adalah usaha untuk membatasi gerak interaksi Tao Tao, agar tidak tiba-tiba menjadi liar dan menyerang manusia. Seperti diketahui, Tao Tao memang telah dibesarkan di penangkaran dengan sentuhan manusia.

Alhasil, setiap kali peneliti mendekati sang panda, mereka harus mengenakan kostum hitam dan putih layaknya seekor panda.

Kendati mengenakan kostum yang lumayan berat, keempat para peneliti ini terlihat tetap bersemangat membawa panda raksasa Tao Tao yang berusia 21 bulan  ke rumah barunya untuk memulai tahap   rehabilitasi ke alam bebas.

Tak hanya dia, sang ibu, Cao Cao juga ikut dalam proses rehabilitasi yang  dilakukan selama 90 menit ke daerah pelatihan lapangan yang berjara lebih dari 2.400 meter di atas laut.

Ketika para peneliti tiba di rumah baru panda itu,  kandang langsung dibuka. Tak lama kemudian, seorang peneliti terlihat berjongkok untuk membiarkan  Tao Tao melihat lingkungan barunya untuk pertama kalinya.

Peneliti lain pun ikut memeriksa di sekitar area kandang lingkungan baru Tao Tao apakah aman atau tidak. Lalu, wusss, keduanya kabur serta menghilang dengan segera.

Untuk memantau keamanan dan kehidupan sehari-hari Tao Tao dan ibunya, jaringan wire telah mengelilingi daerah itu, yang meliputi 240 ribu  meter persegi dan ada 200 kamera.

Sedangkan untuk penginderaan tanda  bahaya, pihak penangkaran akan menggunakan model musuh alami Panda Raksasa yakni Harimau Tutul Putih Raksasa yang dapat menghasilkan suara macan tutul asli.

Sepert dikutip Daily Mail, dengan program ini, Tao Tao akan dilatih untuk bisa mengenal panda lainnya serta binatang seperti babi hutan, panda kecil dan musang. Hingga saat ini belum diputuskan  apakah Tao Tao akan dikembalikan ke alam bebas sendiri atau bersama-sama dengan ibunya di musim gugur.

Sebelum Tao Tao, panda raksasa lainnya Xiang Xiang menjadi panda pertama dari cagar alam yang dilepaskan kembali ke alam liar pada April 2006 setelah menjalani tiga tahun pelatihan.

Sayangnya pada Februari 2007, panda jantan berusia lima tahun itu  ditemukan tewas, dan otomatis langsung mengakhiri fase pertama program cagar alam tersebut.

Para peneliti percaya Xiang Xiang jatuh dari tempat yang tinggi setelah bersaing dengan anggota lain dari spesiesnya untuk berebut wilayah dan makanan.

Untungnya pada bulan Juni 2010, proyek ini dilanjutkan dengan rencana melatih empat panda dalam tiga tahun dan melepaskan satu atau dua ekor panda dari penangkaran. 

Dibaca : 317 kali
Baru dibaca Terpopuler