Kamis, 24 Mei 2018 | 16:50 WIB

Karate : Indonesia Tambah Empat Emas Di Hari Kedua

Minggu, 30 September 2012 / life & style / antara

Jakarta, 30/9 - Tim Karate Indonesia menambah empat medali emas pada hari kedua Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) 2012 di Bangkok, Thailand, Sabtu (29/9).

Dalam siaran pers PB Forki, Minggu, disebutkan, dengan bertambahnya empat medali itu, maka kini hingga hari kedua kejuaraan, Indonesia telah mengumpulkan total tujuh medali emas, enam perak dan delapan perunggu.

Pada hari pertama, Jumat, tim karate Indonesia merebut tiga emas, tiga perak dan empat perunggu, sehingga dengan hasil itu target lima emas sudah terlampaui.

Tambahan empat medali emas pada hari kedua tersebut berasal dari Nurhadiyanti Fitrianingsih (kumite senior - 55 kg putri), Donny Dharmawan (kumite senior -60 kg putra), Indah Mogia Angkat (kumite senior -68 kg putri), dan George Isac Caesar (kumite senior +84 kg putra).

Nurhadiyanti meraih emas setelah mengalahkan karateka Malaysia Alagasan Nisha 4-3 di partai puncak. Sementara pada semifinal, dia mengalahkan karateka tuan rumah Kamsri Tippawan 3-1.

"Saya sempat lengah. Makanya, lawan mampu mencuri angka. Pada menit-menit akhir saya mulai bermain hati-hati agar mampu meraih kemenangan. Alhamdulillah, saya meraih emas," ujar Fitri.

Emas berikutnya disumbangkan Donny di nomor kumite - 60 kg putra. Dia menjadi yang terbaik setelah menghentikan ambisi Lakanathan Kunisalan (Malaysia) dengan skor 5-2 pada partai puncak.

Meski karateka Malaysia itu memiliki postur tubuh lebih besar, Donny mampu mengatasinya. Dia mendikte lawannya, sehingga mampu memimpin angka sepanjang pertandingan.

"Saya melihat cara main lawan yang terburu-buru. Makanya, saya biarkan dia banyak menyerang. Pada saat lengah, saya baru masuk menyerang," kata karateka senior ini.

Satu emas lagi berasal dari Indah. Dia yang baru membela tim karate Indonesia tersebut di luar dugaan meraih medali emas setelah mengalahkan karateka Vietnam Pham Thi Tien 4-1 di final.

"Saya bermain hati-hati, serius, dan tidak mau menyerah," ujar Indah yang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau menundukkan juara Asia Yulanda Asmuruf di final.

Sementara Caesar yang turun di kelas +84 kg, tampil gemilang saat mengalahkan karateka Laos Saengpheng Duangvilai 3-1 di final. Sebelumnya, Caesar juga mengalahkan karateka tuan rumah Takhiao Sutthicha dengan skor meyakinkan, 3-0.

Di nomor senior individual kumite senior -55 kg pria, Tebing Hutapea (DKI Jaya) meraih medali perak setelah kalah dari karateka Malaysia Rao Ramarow Loganeshaa 1-2 di partai puncak. Begitu juga dua peraih medali emas PON XVIII/2012 Riau. Jintar Simanjuntak kumite senior -67 kg (Sumut) dan Hendro Salim kumite senior -84 kg (Sulsel) harus puas dengan posisi runner-up. Hendro misalnya, hanya meraih medali perak setelah dikalahkan karateka Malaysia Mahmut Muhammad Hatta 2-4.

Selain emas dan perak, karateka Indonesia juga menyumbangkan medali perunggu lewat Ayu Safitri (-61 kg putri). Dia meraih medali perunggu setelah mengalahkan karateka tuan rumah Phuttarat Udomsart dengan skor 5-1 pada babak reperchage. Sementara Martinel Prihastuti (SUMBAR) yang turun di nomor kumite senior -50 kg putrid meraih medali perunggu setelah mengalahkan karateka tuan rumah Raksacart Paweena 4-2. Medali perunggu lainnya disumbangkan Asmaul Husna (Riau) kumite senior +68 kg putri dan Angga Lasmana (Jatim) kumite senior 75 kg putra.

Kabid Binpres PB FORKI Djafar Djantang mengatakan, tambahan empat medali emas Indonesia pada hari kedua itu membuat target lima emas terlewati. Sebelumnya, tim karate Indonesia meraih tiga medali emas, sehingga total emas yang diperoleh adalah tujuh medali emas.

"Masih ada sisa satu hari lagi hari ini dengan tujuh kelas -- untuk menambah perolehan medali. Semoga kami bisa menambah perolehan medali emas lagi pada hari terakhir," katanya. - Tim Karate Indonesia menambah empat medali emas pada hari kedua Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) 2012 di Bangkok, Thailand, Sabtu.

Dalam siaran pers PB Forki, Minggu, disebutkan, dengan bertambahnya empat medali itu, maka kini hingga hari kedua kejuaraan, Indonesia telah mengumpulkan total tujuh medali emas, enam perak dan delapan perunggu.

Pada hari pertama, Jumat, tim karate Indonesia merebut tiga emas, tiga perak dan empat perunggu, sehingga dengan hasil itu target lima emas sudah terlampaui.

Tambahan empat medali emas pada hari kedua tersebut berasal dari Nurhadiyanti Fitrianingsih (kumite senior - 55 kg putri), Donny Dharmawan (kumite senior -60 kg putra), Indah Mogia Angkat (kumite senior -68 kg putri), dan George Isac Caesar (kumite senior +84 kg putra).

Nurhadiyanti meraih emas setelah mengalahkan karateka Malaysia Alagasan Nisha 4-3 di partai puncak. Sementara pada semifinal, dia mengalahkan karateka tuan rumah Kamsri Tippawan 3-1.

"Saya sempat lengah. Makanya, lawan mampu mencuri angka. Pada menit-menit akhir saya mulai bermain hati-hati agar mampu meraih kemenangan. Alhamdulillah, saya meraih emas," ujar Fitri.

Emas berikutnya disumbangkan Donny di nomor kumite - 60 kg putra. Dia menjadi yang terbaik setelah menghentikan ambisi Lakanathan Kunisalan (Malaysia) dengan skor 5-2 pada partai puncak.

Meski karateka Malaysia itu memiliki postur tubuh lebih besar, Donny mampu mengatasinya. Dia mendikte lawannya, sehingga mampu memimpin angka sepanjang pertandingan.

"Saya melihat cara main lawan yang terburu-buru. Makanya, saya biarkan dia banyak menyerang. Pada saat lengah, saya baru masuk menyerang," kata karateka senior ini.

Satu emas lagi berasal dari Indah. Dia yang baru membela tim karate Indonesia tersebut di luar dugaan meraih medali emas setelah mengalahkan karateka Vietnam Pham Thi Tien 4-1 di final.

"Saya bermain hati-hati, serius, dan tidak mau menyerah," ujar Indah yang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau menundukkan juara Asia Yulanda Asmuruf di final.

Sementara Caesar yang turun di kelas +84 kg, tampil gemilang saat mengalahkan karateka Laos Saengpheng Duangvilai 3-1 di final. Sebelumnya, Caesar juga mengalahkan karateka tuan rumah Takhiao Sutthicha dengan skor meyakinkan, 3-0.

Di nomor senior individual kumite senior -55 kg pria, Tebing Hutapea (DKI Jaya) meraih medali perak setelah kalah dari karateka Malaysia Rao Ramarow Loganeshaa 1-2 di partai puncak. Begitu juga dua peraih medali emas PON XVIII/2012 Riau. Jintar Simanjuntak kumite senior -67 kg (Sumut) dan Hendro Salim kumite senior -84 kg (Sulsel) harus puas dengan posisi runner-up. Hendro misalnya, hanya meraih medali perak setelah dikalahkan karateka Malaysia Mahmut Muhammad Hatta 2-4.

Selain emas dan perak, karateka Indonesia juga menyumbangkan medali perunggu lewat Ayu Safitri (-61 kg putri). Dia meraih medali perunggu setelah mengalahkan karateka tuan rumah Phuttarat Udomsart dengan skor 5-1 pada babak reperchage. Sementara Martinel Prihastuti (SUMBAR) yang turun di nomor kumite senior -50 kg putrid meraih medali perunggu setelah mengalahkan karateka tuan rumah Raksacart Paweena 4-2. Medali perunggu lainnya disumbangkan Asmaul Husna (Riau) kumite senior +68 kg putri dan Angga Lasmana (Jatim) kumite senior 75 kg putra.

Kabid Binpres PB FORKI Djafar Djantang mengatakan, tambahan empat medali emas Indonesia pada hari kedua itu membuat target lima emas terlewati. Sebelumnya, tim karate Indonesia meraih tiga medali emas, sehingga total emas yang diperoleh adalah tujuh medali emas.

"Masih ada sisa satu hari lagi hari ini dengan tujuh kelas -- untuk menambah perolehan medali. Semoga kami bisa menambah perolehan medali emas lagi pada hari terakhir," katanya. (ANTARA)

Dibaca : 669 kali
Baru dibaca Terpopuler