Rabu, 20 Juni 2018 | 20:18 WIB

Hidup Itu Harus Konsisten

Rabu, 19 September 2012 / life & style / bz
Hidup Itu Harus Konsisten
Terkait :

Kuliah dan bekerja sebagai Marketing Komunikasi di majalah Popular membuat perempuan cantik ini memiliki kegiatan yang cukup menyita waktunya. “Dengan konsisten terhadap diri sendiri dan memiliki tujuan utama dalam hidup, maka kita akan menikmati dan enjoy dalam menjalani segalanya,” tutur Rr. Dwitya Suci R.P. ketika beraudiensi dengan Majalah Pialang beberapa waktu lalu.

Berawal ketertarikannya terhadap profesi seorang Public Relations (PR), gadis berusia 20 tahun ini sedang mengambil study Public Relations di London School, Jakarta. Sekarang ia sudah semester enam. Menurutnya “Seorang Public Relation sering bertemu dan berhadapan dengan orang dan  memiliki tugas bagaimana mempersuasi orang tersebut agar yakin dengan apa yang kita bicarakan,”.

Untuk itu, Uci, sapaan akrabnya, beranggapan bahwa berhubungan dengan orang itu tidak mudah dan merupakan sebuah tantangan baginya. Dengan usianya yang masih sangat muda, dara kelahiran Denpasar, 31 Maret 1992 ini memiliki sejumlah pengalaman sebelum bekerja sebagai Marketing Komunikasi di majalah Popular, diantaranya magang di Singapura MRT  sebagai Marketing Komunikasi dan sebelumnya pernah juga bekerja selama kurang lebih satu tahun di Event Organizer sebagai Public Relation.

Dirinya dikenal oleh teman-temannya sebagai tipe orang yang aktif berorganisasi, seperti dalam Public Relation counselor di Bogor yang merupakan organisasi non profit untuk kepedulian dan penyuluhan ke beberapa sekolah seperti narkoba, HIV AIDS, penyakit menular seksual dan juga mengadakan acara baksos saat ramadhan serta acara donor darah. Di kampus, sosok gadis berlesung pipit ini aktif di organisasi Club TV, karena ia memang suka dengan dunia broadcasting.

Menurut Uci, tantangan terbesar dalam dunia marketing adalah bagaimana cara seorang marketing menghadapi kompetitor dan penilaian public. Posisi sebagai Marketing Komunikasi di majalah popular, menuntutnya membuat sebuah image perusahaan dimata masyarakat. “Karena pembicaraan suatu masyarakat bisa menjatuhkan atau meningkatkan image perusahaan. Serta membuat orang percaya itu susah, sama seperti menjaga image perusahaan,” ucap Uci.

Ia menjelaskan, “sejauh ini majalah popular sudah mengalami transformasi. Dimana dahulu orang memandang majalah popular identik dengan majalah dewasa, yang berkaitan dengan sensualitas, bahkan cowok-cowok remaja untuk membaca majalah ini sampai harus sembunyi-sembunyi. Sekarang, majalah popular melakukan repositioning dimana mencakup semua dunia lelaki mulai dari otomotif sampai sport dan gadget. Segmennya sekarang meluas dari usia 21+ tahun menjadi mulai usia 18 tahun untuk menikmati majalah ini’.

Menggaet pemasang iklan di majalah Popular susah, karena image majalah popular yang mengandung unsur sensualitas dan beberapa pihak masih ragu-ragu untuk memasang iklannya. Tantangan inilah yang membuat dara manis ini merasa tertarik dan tertantang untuk merubah image tentang majalah popular. Dirinya mencoba untuk membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang baru tersebut bukan dengan cara pemasang iklan mengeluarkan uang kemudian memasang iklan. “Tetapi dari iklan itu kita berkreatifitas bersama, bagaimana mana cara kita buat sesuatu yang baru dengan mengadakan acara atau kegiatan seperti traveling dengan membawa nama klien. Beberapa kegiatan diadakan seperti ada video liputan mengenai traveling di beberapa daerah. Dari situlah awal mula menjalin kepercayaan dengan klien,” ungkapnya berbagi rahasia.

Ketika ditanya siapa yang menjadi idolanya dalam menjalani karir sebagai Public Relation. Uci mengaku sangat kagum dengan Aurelio Kaunang yang menjadi Public Relation dari perusahaan sebesar Unilever. Dari situlah awal mula Uci terlecut motivasinya sebab memiliki anggapan “Jika laki-laki saja bisa menjadi Public Relation dari perusahaan sebesar Unilever, kenapa seorang wanita tidak”

Dara manis yang memiliki hobi traveling memiliki kiat untuk menghilangkan kejenuhan dalam rutinitasnya sehari - hari,  yaitu dengan membaca buku. Selain itu juga gadis ini mengisi waktunya untuk membuang rasa jenuhnya dengan berkumpul bersama teman untuk tukar pikiran, bukan sekedar main saja. Karena dia merasa butuh kreatifitas baru untuk meningkatkan kreatifitas di dunia media.

Olahraga pagi sebelum berangkat ke kantor dengan jalan pagi sekitar 30 menit menurutnya merupakan cara yang ampuh untuk menjaga staminanya. Ditengah rutinitasnya yang sangat padat inilah yang membuatnya tidak merasa jenuh. Karena ini adalah pilihannya sendiri dan harus berkonsistensi dengan diri sendiri serta tanggung jawab.

Kedepannya dara manis ini ingin membuka usaha butik dan restoran. Diakuinya sebagai penikmat kuliner dan fashion, saat ini sudah membuka usaha kecil-kecilan yaitu online shop dan juga belajar bagaimana mengatur keuangan. Investasi yang dilakukannya masih hanya sebatas deposito.

Dalam menjalani rutinitasnya bekerja sambil kuliah ini membuatnya harus kehilangan  waktu  bermain seperti kebanyakkan anak seusianya yang masih hura-hura, senang-senang dan masih belum berfikir bekerja untuk mencari uang. Semangat dari orang tua yang turut mendukung kegiatan yang dijalankan inilah yang membuatnya tetap semangat dalam menjalani rutinitasnya. Dari segi positifnya, dia merasa pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh sekarang ini membuatnya memiliki banyak teman dan relasi serta menjadikannya lebih dewasa dianak seusianya.

Mengenai pasar modal, Uci tidak terlalu mengetahui banyak tentang pasar modal, menurutnya” pasar modal itu tentang saham – saham”. Ketika ditanya apakah ada keinginan untuk masuk ke dunia pasar modal, Uci mengatakan “Ada keinginan untuk dapat menjadi Public Relation dari perusahaan yang tercatat di Bursa Efek”. Sebelum menutup pembicaraan, Uci membagi sedikit tips yaitu “hidup itu harus konsisten, dengan konsisten segala sesuatu pasti berjalan sesuai dengan alurnya”.

Dibaca : 1053 kali
Baru dibaca Terpopuler