Minggu, 22 April 2018 | 11:40 WIB

Rontgen Gigi Meningkatkan Risiko Tumor Otak

Rabu, 11 April 2012 / life & style / st07

 

Pialang News - Studi terbaru di Amerika Serikat menemukan bahwa melakukan rontgen gigi lebih dari satu kali dalam satu tahun bisa menimbulkan dua hingga tiga kali potensi risiko tumor otak jenis umum.

Para peneliti menyebutkan, orang yang menggunakan dental x-ray, dalam proses rontgen, lebih mungkin memiliki jenis kanker yang tidak menyebar disebut meningioma.

Jenis tumor ini tumbuh pada lapisan dalam tengkorak, kebanyak tumbuh lambat tetapi bisa menimbulkan masalah jika tumor itu mulai menekan otak, dan bisa mematikan.

Akademisi dari Yale University School of Medicine di New Haven, Connecticut, dan The Brigham and Women's Hospital di Boston, Massachusetts, mengamati dua jenis kepala x-ray yang disebut bitewing dan Panorex.

Dalam studi yang melibatkan hampir sebanyak 3 ribu orang dewasa tersebut, sekitar setengah dari jumlah itu didiagnosa memiliki penyakit dan separuh lainnya tidak, dan peneliti menemukan seringnya penggunaan dosis radiasi rontgen dikaitkan dengan lebih banyak kasus kanker.

Lebih khusus lagi, orang yang memiliki pemeriksaan Panorex sekali setahun atau lebih berpotensi 2,7-3,0 kali lebih tinggi mengembangkan meningioma dari pada mereka yang tidak, bergantung usia setiap orang tersebut. Sedangkan mereka yang mengingat pernah melakukan bitewing rontgen setidanya setiap tahun, memiliki risiko 40 persen-90 persen.

Dr Elizabeth Claus, penulis studi tersebut, mengatakan penelitian diarahkan bisa meningkatkan kesadaran tentang penggunaan rontgen gigi yang optimal. Dr Paul Firaun, seorang pembaca pada kanker epidemiologi di Universitas Cambridge, mengatakan, "Para penulis melaporkan bahwa rontgen gigi dikaitkan dengan peningkatan yang relatif kecil dalam risiko penyakit sekitar 50% atau 1,5 kali lipat." Secara statistik, penemuan ini signifikan.

Namun, sebagai penyakit langkah, peningkatan risiko yang absolut sangat kecil, yaitu risiko seumur hidup meningkat dari 15 orang di setiap 10 ribu orang menjadi 22 orang di setiap 10 ribu orang.  Firaun menambahkan, "Orang yang melakukan rontgen gigi tidak perlu khawatir dengan risiko kesehatan. Tetapi, rontgen hanya boleh digunakan ketika ada kebutuhan klinis yang jelas untuk mencegah paparan radiasi yang tidak perlu."

Penelitian sebelumnya yang dilansir pada Juni 2010 menyebutkan, rontgen gigi yang berulang bisa meningkatkan risiko terkena kanker tiroid. Kelenjar tiroid di leher sensitif terhadap radiasi pengion, terutama pada anak, namun potensi risiko yang ditimbulkan oleh radiografi gigi sering diabaikan, kata peneliti.

Para ilmuwan dari Brighton, Cambridge, dan Kuwait menemukan dalam penelitian terhadap 313 pasien kanker bahwa kemungkinan terkena kanker meningkat dengan peningkatan rontgen gigi.

Para peneliti berpendapat, penelitian mereka menarik perhatian pada kekhawatiran bahwa rontgen gigi hanya boleh diresepkan untuk memenuhi kebutuhan klinis yang spesifik, bukan sebagai bagian dari check up rutin.

Peneliti yang dipimpin oleh Dr Anjum Memon, dari Brighton and Sussex Medical School, mengatakan hasil penelitian tersbut harus dilihat secara hati-hati karena data yang diambil berdasarkan laporan mandiri para peserta dan tidak tersedia catatan klinis dari sejarah komprehensif atas rontgen gigi tersebut.

 

Dibaca : 565 kali
Baru dibaca Terpopuler