Jumat, 15 Desember 2017 | 21:01 WIB

Awas, Pelecehan Seksual di Kantor!

Kamis, 24 Mei 2012 / life & style / st07

Pialang News, Jakarta - Ada garis tipis antara persahabatan dan pelecehan seksual di tempat kerja. Pertanyaannya adalah di mana kita akan menarik garis ini? Teknologi yang berkembang saat ini telah mempersempit kesenjangan antara hubungan kerja.

Pelecehan seksual dapat menghambat kehidupan pribadi jika kita tidak menanganinya sejak awal. Seperti dikutip dari Healthmeup, Rabu (23/5), yang akan memberikan gambaran lebih dekat apa itu pelecehan seksual, apa yang dikatakan hukum tentang itu dan dan bagaimana Anda mengatasinya.

Apa itu pelecehan seksual? Menurut Mahkamah Agung di India, yang termasuk pelecehan seksual adalah perilaku seksual yang tidak diinginkan seperti kontak fisik dan tatapan wajah. Demand atau permintaan kenikmatan seksualitas. Komentar bernada seksual, menampilkan pornografi.

"Sementara itu, setiap hal yang tidak disukai secara fisik adalah perilaku baik verbal maupun non verbal yang bersigat seksual.

Cari jalan keluar
Bisa Anda sampaikan secara lisan atau tertulis misalnya komentar tentang pakaian, perilaku pribadi atau tubuh seseorang. Lelucon seksual berdasarkan jenis kelamin, mengucapkan sindiran bernama seksual, menceritakan kehidupan intim seseorang dan mengancam seseorang.

Secara fisik pelecehan seksual bisa dilihat dari menghalangi-halangi jika Anda sedang berjalan, meraba, mencium, memeluk, menepuk dan membelai.

Pelecehan seksual non verbal bisa berupa mencari sesuatu dari tubuh seseorang wanita, gerakan menghina atau mengekspresikan wajah seksual seseorang. Sedangkan secara visual, kekerasan seksual dapat dilihat adanya poster, gambar, screensaver atau email yang bersifat seksual.

Masalah pelecehan seksual sudah tertuang juga dalam konstitusi. Di dalam konstitusi dikatakan, semua manusia baik laki-laki dan perempuan memiliki hak untuk kesetaraan gender, hak terhadap diskriminasi atas dasar jenis kelamin, hak untuk dipraktikkan oleh profesi manapun dan hak untuk hidup dengan layak.

Tidak ada seorang pun karyawan yang menikmati pelecehan seksual. Jika Anda melakukannya, Anda harus bertanggung jawab dan siap-siap terkena sanksi dari atasan. Untuk itu, jangan biasakan diri Anda melakukan kontak fisik dengan karyawan perempuan. Jika Anda masih melakukannya, itu sudah termasuk pelecehan seksual.

Hak Anda dan Solusi
Indian Penal Code, sebuah perusahaan yang memiliki pengaduan komite yang dikhususkan untuk menangani kasus karyawan perempuan dengan koordinator yang ditunjuk di kantor cabang. Jika Anda termasuk 'doyan' melakukan pelecehan seksual di kantor, Anda tidak saja terancam mendapat sanksi dari manajemen tetapi juga bisa dijerat dengan pasal-pasal yang diatur dalam undang-undang. Menurut undang-undang yang berlaku di India, jika seseorang melakukan pelecehan seksual maka akan dikenakan pasal 354 dengan hukuman maksimal 2 tahun dan membayar denda. Mengolok-olok atau membuat gerakan yang menyinggung norma-norma kesopanan seorang perempuan bisa dikenakan sanksi 509 dengan hukuman penjara selama 1 tahun atau dengan membayar denda.

Jika pelecehan seksual sudah terjadi, kumpulkan semua dokumen, mulai dari waktu, tempat, dan lokasi pelecehan. Mintalah rekan Anda untuk merekam apa yang dia lihat. Tapi ingat, jangan sekali-kali meninggalkan dokumentasi atau bukti-bukti pelecehan seksual tersebut di kantor.

Anda bisa menyimpannya di tempat aman, yaitu rumah. Apapun jenis pelcehan seksual itu, jangan sekali-kali melakukan pelecehan seksual di kantor meski masih yang ringan. Hari ini mungkin tidak penting, tapi jika Anda membiarkan diri Anda melakukan itu, bersiaplah dengan risikonya.

Dibaca : 962 kali
Baru dibaca Terpopuler