Senin, 20 Nopember 2017 | 10:57 WIB

Racmi Maryda Ramyakin " Work Smart Not Work Hard "

Racmi Maryda Ramyakin " Work Smart Not Work Hard "
Rabu, 25 September 2012 / life & style / majalah pialang edisi 17
Racmi Maryda Ramyakin " Work Smart Not Work Hard "
Racmi Maryda Ramyakin
Terkait :

 

Racmi Maryda Ramyakin, sosok yang ramah dan santun serta komunikatif jika berbicara tentang dunia pasar modal, hingga tidak heran ia dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia & Umum di PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kepercayaan memegang posisi strategis di salah satu SRO yang cukup disegani di dunia pasar modal ini, tentunya menunjukkan bahwa wanita yang memulai karirnya di KSEI sebagai Internal Audit ini, memiliki dedikasi yang cukup tinggi terhadap pekerjaannya. “Saya sangat bersyukur bisa mengabdi di KSEI. 
Terutama dengan diberikannya kepercayaan untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh para pimpinan KSEI ,” ujarnya. Untuk itu, tidak heran jika memang ada urusan pekerjaan yang bersifat urgent, Kiki akan langsung mengerjakannya. Walaupun tidak jarang harus mengorbankan waktu untuk bersama keluarganya.
Mengawali karir di KSEI sebagai Internal Audit pada tahun 1999 – 2007. Setelah tiga tahun, dirinya dipindahkan di Divisi Human Resources and Development (HRD). Tiga tahun berikutnya tepatnya pada tahun 2010, ia dipercaya untuk merangkap jabatan dalam menangani Divisi Hukum dan Umum. Kemudian tahun 2011 hingga saat ini, wanita kerapkali keluar kota dalam sosialisasi mengenai pasar modal ini, dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Kepala Komunikasi Perusahaan dan Human Resources and Development (HRD). 
Menurut ibu dua anak ini, kerja di KSEI harus memiliki semangat professional dan totalitas serta dedikasi yang tinggi. Jabatannya sebagai Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia & Umum, membuat dirinya harus melakukan perjalanan dinas keluar daerah setiap bulan. Untuk itu, dirinya sangat mensyukuri bahwa sang suami, yang juga memiliki kesibukan padat ini, mau bergantian untuk mengurusi keperluan dan menjaga anak.
KSEI siap memajukan Pasar Modal di Indonesia. Pasar Modal Indonesia sekarang ini masih sedikit orang yang berkecimpung. Sebagai Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan di KSEI, Kiki merasa tertantang untuk bisa memperluas jejaring supaya banyak orang yang berminat melakukan investasi di Pasar Modal.
Ketertarikannya untuk terjun dalam Capital Market diawali dari ajakan sang suami pada tahun 1995. Seiring waktu berganti,dirinya kian mendalami dunia pasar modal. Bahkan Kiki, sapaan akrabnya, pernah melakukan investasi langsung. “Dinamika investasi di pasar modal sudah pernah saya alami. Dari mengalami kerugian yang tidak sedikit, hingga mendapatkan keuntungan yang luar biasa,” ujarnya.
Dari pengalaman ini, Kiki berbagi tips agar bijak dalam melakukan investasi di Pasar Modal. “Jika ingin berinvestasi di Pasar Modal, jangan greedy dan jangan menggunakan uang untuk kebutuhan pokok,” ungkapnya. Kiki mengatakan, melakukan edukasi mengenai dunia pasar modal mutlak diperlukan, sehingga mampu bersaing di era globalisasi ini. Apalagi bidang pengetahuan Pasar Modal, merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuitas (saham), reksa dana, instrumen derivative maupun instrumen lainnya. 
Untuk itu, dirinya mengatakan, KSEI sangat peduli dan konsen mengenai peningkatan SDM di pasar modal. Buktinya, kini KSEI mengadakan program Beasiswa untuk pendidikan pasca sarjana yang sudah diberikan kepada 11 orang. Sebagai seorang wanita yang berdedikasi terhadap pekerjaannya, Kiki tidak pernah lupa akan kewajiban serta perannya sebagai seorang istri dan ibu dari dua orang anak. “Tanggung jawab di dalam pekerjaan dan sebagai ibu rumah tangga harus seimbang. Prinsip saya Balance Life, artinya saya selalu menjaga keseimbangan antara karir dan sebagai ibu rumah tangga,” ujarnya penggemar buku ini. 
Tentu bukan hal yang mudah dalam implementasinya, karena itu dirinya memberikan tips kepada para pembaca majalah Pialang, “Don’twork hard, but work smart,” tuturnya. Tidak bisa dipungkiri, didikan Ibunda yang mengajarkan Kiki sebagai seorang wanita yang mandiri, membuat dirinya bisa seperti saat ini. “Ibu selalu mengajarkan saya untuk menjadi wanita yang mandiri. Tidak selalu bergantung kepada orang lain,” ujarnya
Kesempatan weekend di hari Sabtu dan Minggu digunakan oleh Kiki untuk family time. “Saat weekend, saya selalu menghabiskan waktu bersama keluarga. Dan menyalurkan hobi saya, yakni, memasak,” ucap Kiki. Bagi dirinya, berkumpul bersama keluarga pada saat hari libur bekerja merupakan hal yang harus dilakukan.
Mengenai sudut pandang wanita karir dan wanita mandiri, dia mengatakan, wanita karir belum tentu mandiri. Kiki menganggap dirinya bukanlah wanita karir, wanita karir menurutnya memiliki obsesi dan target yang memang harus dicapai. Sedangkan Kiki hanya melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. “Paling utama yang saya lakukan dalam pekerjaan adalah do the best,” ucapnya. Menurut Kiki, wanita mandiri bukan berarti tidak butuh orang lain. Melainkan saat ada masalah atau persoalan tetap bisa mengatasi dengan baik dan tidak cengeng.
Diakhir perbincangan dengan Majalah Pialang, Kiki membagi tips untuk para wanita yang baru masuk ke dalam dunia pasar modal, “Untuk dapat survive di pasar modal, kita jangan berhenti untuk belajar, belajar, dan belajar. Dan jangan pernah menolak pekerjaan yang disodorkan serta jangan pernah puas dengan apa yang dapat kita gapai,” tuturnya
 

 

Riwayat Singkat
Nama                   : Racmi Maryda Ramyakim
Nickname             : Kiki
Status                   : Ibu 2 anak laki2
Hobby                 : Masak, baca, main game
Kendaraan favorit : Ojek
Prinsip hidup        : "bekerja dengan hati" dan "work smart not work hard"
 
Pendidikan formal:
1. Sarjana ekonomi jurusan akuntansi Universitas Indonesia (1995)
2. Magister Manajemen Universitas Indonesia jurusan manajemen risiko (2009)
Sertifikasi profesional :
1. WPPE (wakil perantara pedagang Efek)
2. CHRP (certified human resource professional)
3. sertifikasi corporate secretary
 
Pengalaman kerja:
 
1995 s/d 1999 : Auditor Prasetyo Utomo & Co
1999 - 2000   : Staf Internal Audit PT KSEI
2000 - 2005   : Kepala Bagian Internal Audit PT KSEI
2005 - 2007   : Kepala Bagian Internal Audit dan Manajemen Risiko PT KSEI
2007 - Agst 2010 : Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia PT KSEI
Agst 2010 - 2011 : Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia merangkap Kepala Bagian Hukum PT KSEI
2011 - Mei 2012  : Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Umum merangkap Kepala Divisi Hukum 
Mei 2012 s/d sekarang : Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, Pengembangan Sumber Daya  Manusia dan Umum

2011 s/d sekarang : Komisaris PT Indonesian Capital Market Library


 

 

Dibaca : 1168 kali
Baru dibaca Terpopuler