Senin, 20 Nopember 2017 | 10:54 WIB

Rusia Hentikan Sementara Komersialisasi Sukhoi SuperJet 100

Minggu, 12 Mei 2012 / sectoral / st10

Pialang News, Jakarta - Pemerintah Rusia menginstruksikan Sukhoi Civil Aircraft Co (SCAC) untuk menghentikan sementara kegiatan penjualan Sukhoi SuperJet 100 sampai investigasi penyebab jatuhnya pesawat di Gunung Salak, Bogor, selesai dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Atase Pers Kedutaan Rusia Dmitry Solodov, bahwa Pemerintah Rusia baru akan membicarakan kelanjutan komersialisasi Sukhoi SuperJet 100 setelah penyebab jatuhnya pesawat diketahui apakah karena kesalahan teknis atau kesalahan manusia.

Pogosyan, Presiden United Aircraft Corporation, pemegang 100% saham Sukhoi Aviation Holding Company, membenarkan hal tersebut. "Masalah korban dan investigasi kecelakaan ini harus kami selesaikan terlebih dahulu," ujar Pogosyan.

Sesuai rencana awal SCAC, setelah melakukan penerbangan demonstrasi di Indonesia, Sukhoi SuperJet 100 yang mengalami kecelakaan tersebut akan dipromosikan ke negara lain seperti Kazakhstan dan Pakistan. Sukhoi SuperJet 100 sebenarnya telah menarik banyak calon pembeli, karena SCAC mencatat sebanyak 235 unit pesawat telah dipesan oleh 40 maskapai penerbangan maupun lessor dari berbagai negara.

Dua dari 40 maskapai penerbangan yang telah membuat kontrak pemesanan Sukhoi SuperJet 100 berasal dari Indonesia, yaitu PT Kartika Airlines dan PT Sky Aviation. Kartika telah memastikan akan membatalkan pemesanan 30 unit pesawat senilai US$ 840 juta tersebut. Kim Johanes Mulia, Direktur Utama Kartika sebelumnya telah membuat kontrak pemesanan 30 unit Sukhoi pada 19 Juli 2010 di ajang Farnborough Air Show.

Sukhoi dijadwalkan mengirim pesawat tersebut mulai 2012 secara bertahap sebanyak satu unit setiap bulan. Kartika akan menggunakan pesawat berkapasitas 90 kursi tersebut untuk melayani rute-rute terpencil dengan menyediakan layanan full service.

Sementara Sky Aviation yang telah memesan Sukhoi SuperJet 100 sebanyak 12 unit dengan nilai US$ 380,4 juta pada ajang Internasional Aviation and Space Salon MAKS di Zhukovsky, Kota Moskow pada 17 Agustus 2011 mengaku masih harus mengevaluasi hasil investigasi. Sky Aviation dijadwalkan menerima secara bertahap tiga dari 12 unit pesawat tersebut pada Agustus 2012 sementara sembilan pesawat sisanya akan dikirimkan secara bertahap sampai 2015.

Sutito Zainudin, Marketing Manager Sky Aviation, pada awal 2012 masih optimistis maskapainya dapat meningkatkan jumlah penumpang sebesar 100% menjadi 28 ribu penumpang dibandingkan realisasi 2011 sebanyak 14 ribu penumpang dengan rencana mendatangkan enam pesawat tahun ini Enam pesawat yang akan didatangkan terdiri dari tiga Sukhoi SuperJet 100 dan tiga Boeing 737-500.

Seluruh pesawat yang rencananya didatangkan tahun ini akan dioperasikan Sky Aviation untuk kota-kota di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Pesawat-pesawat tersebut akan melengkapi tujuh pesawat yang sebelumnya telah dioperasikan perseroan, terdiri dari dua Cessna Grand Caravan berkapasitas sembilan kursi, tiga Fokker 50 berkapasitas 50 kursi, satu Cirrus SR20 dan satu Cirrus SR22 yang berkapasitas tiga kursi.

Dibaca : 374 kali
Baru dibaca Terpopuler