Rabu, 22 Nopember 2017 | 19:45 WIB

Kemenkes Pantau Permasalahan Kesehatan Akibat Banjir Provinsi DKI Jakarta

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah memobilisasi tim Rapid Health Assesment (RHA) untuk melakukan penilaian kesehatan cepat ke lokasi banjir.
Selasa, 21 Januari 2014 / sectoral / press release
Kemenkes Pantau Permasalahan Kesehatan Akibat Banjir Provinsi DKI Jakarta
Banjir
Kementerian Kesehatan RI siapkan bahan-bahan sosialisasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pengendalian penyakit, dan pelayanan air bersih. Selanjutnya, berkoordinasi dengan Balai Teknologi Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk melakukan pencegahan penyakit melalui penilaian data lingkungan, serta memberikan bantuan jamban darurat dan Poly Aluminium Chloride (PAC) atau penjernih air. “Sampai saat ini permasalahan kesehatan akibat musibah banjir masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat. Namun, Kemenkes RI bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pemantauan”, ujar Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan RI, dr. Sri Henni Setiawati, MHA. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah memobilisasi tim Rapid Health Assesment (RHA) untuk melakukan penilaian kesehatan cepat ke lokasi banjir. Selanjutnya, memberikan pelayanan kesehatan yang terdiri dari dua macam, yaitu: mendirikan Pos Kesehatan di lokasi pengungsian (jumlah pengungsi >300 orang) atau pelayanan kesehatan melalui tim kesehatan mobile di lokasi pengungsian (jumlah pengungsi < 300 orang). Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Pemberantasan penyakit Menular (BBTKL-PPM) Jakarta, melakukan distribusi logistik, antara lain: Alat Reverse Osmosis 1 unit; Lysol 50 liter; Hygiene Kit 200 buah; danPoly Bag 400 buah. Intensitas curah hujan yang berlangsung secara terus menerus selama sepekan terakhir memicu luapan sungai Ciliwung dan Pesanggrahan dan mengakibatkan beberapa wilayah ibukota menjadi tergenang. Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Regional DKI Jakarta, serta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hingga Minggu malam (19/1) pukul 24.00 WIB, mencatat jumlah pengungsi akibat musibah banjir berjumlah 40.057 jiwa, yang terdiri: Jakarta Timur (4.824 jiwa); Jakarta Selatan (16.434 jiwa); Jakarta Pusat (2.676 jiwa); Jakarta Barat (8.314 jiwa); Jakarta Utara (7.809 jiwa). Selanjutnya, data jumlah pelayanan kesehatan rawat jalan di Pos Kesehatan yang berada di wilayah terkena banjir sebanyak 5.979 pasien yang berobat di 74 pos kesehatan, yaitu: Jakarta Timur (1.673 pasien yang berobat di 20 pos kesehatan); Jakarta Selatan (1.196 pasien yang berobat di 21 pos kesehatan); Jakarta Pusat (492 pasien yang berobat di 8 pos kesehatan); Jakarta Barat (689 pasien yang berobat di 18 pos kesehatan); dan Jakarta Utara (1.929 pasien yang berobat di 7 pos kesehatan). Selain mengakibatkan 7 orang korban meninggal dalam musibah banjir kali ini, banjir di wilayah DKI Jakarta juga mengakibatkan salah satu fasilitas kesehatan milik Kemenkes yaitu RS Jiwa Soeharto Heerdjan mengalami kerusakan/terendam.
Dibaca : 555 kali
Baru dibaca Terpopuler