Jumat, 25 Mei 2018 | 00:25 WIB

PT KAI Pelajari Sistem Layanan KA China

Selasa, 19 Maret 2013 / sectoral / antara

Beijing, investorpialang.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengirimkan pegawainya untuk melihat langsung sistem layanan perkeretaapian di China.

"Peninjauan langsung ke lapangan akan memberikan masukan yang lebih konkrit, untuk mendukung apa yang telah dipelajari secara materi," kata Direktur Pengelolaan Aset Non-Produksi PT KAI Edi Sukmoro di Beijing, Senin.

Ia mengatakan peninjauan langsung ke lapangan juga memberikan dampak yang efektif dalam merubah pola pikir tentang perkeretaapian, termasuk dalam memajukan layanan dan pengamanan moda transportasi kereta api.

China merupakan contoh yang baik bagi semua pihak terkait di Indonesia, utamanya para pegawai dan pejabat yang berhubungan dengan perkeretaapian.

"Dulu perkeretaapian China termasuk yang tertinggal, namun kini mereka menjadi yang termodern di dunia. Hal itu bisa pula terjadi pada Indonesia, asalkan didasarkan pola pikir yang benar tentang perkeretaapian disertai etos kerja yang profesional," tutur Edi.

PT KAI berencana mengirim 1.500 pegawainya untuk studi banding perkeretaapian ke luar negeri, 524 orang di antaranya dikirim ke China hingga akhir 2013.

Tahap pertama kegiatan belajar dimulai 18-20 Maret 2013, yang diikuti oleh 91 orang. Rencananya rombongan akan menjajal empat rute kereta di Negeri Panda itu.

Rute kereta itu antara lain kereta api cepat (CRH) dari Beijing ke Tianjin, termasuk melihat fasilitas dan pelayanan di Stasiun Tianjin.

Saat kembali ke Beijing, rombongan juga akan memakai kereta api cepat Tianjin ke Beijing Rute kedua, saat di Beijing para pegawai KAI akan menjajal fasilitas kereta subway atau kereta bawah tanah.

Rute ketiga, rombongan akan menjajal jalur kereta peluru (bullet train) dari Beijing ke Shanghai. Kereta peluru ini mampu berlari dengan kecepatan di atas 300 Km per jam.

Terakhir, rombongan akan menikmati kereta bandara di Shanghai yang lebih dikenal dengan kereta "Maglev" dari Shanghai ke Bandara Pudong.

Kegiatan belajar tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. Selain ke China, PT KAI juga mengirim para pegawainya belajar sistem perkeretaapian di Prancis, AS, Jepang, Spanyol, India dan lain-lain.

Berdasarkan data PT KAI, 2011 lalu telah dikirim 23 orang ke China, kemudian pada 2012 telah dikirim 305 orang terdiri empat gelombang.

Sedangkan untuk tahun ini akan dikirim sebanyak 196 orang terbagi dua gelombang masing-masing 91 orang dan 105 orang.

 


 

Dibaca : 673 kali
Baru dibaca Terpopuler