Selasa, 23 Januari 2018 | 18:30 WIB

JSS Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Sumatera dan Jawa

Selasa, 27 Nopember 2012 / sectoral / antara

Serang, Banten, Investorpialang.com - Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda yang membentuk konektivitas antara Pulau Jawa dan Sumatera diharapkan dapat meningkatkan perekonomian baik di Pulau Sumatera maupun Jawa.

"Saat konektivitas antara Jawa dan Sumatera terbentuk dengan dibangunnya JSS, perekonomian akan cepat bergerak dan meningkat," kata Kepala Badan Geologi Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM) R Sukhyar dalam jumpa pers Lokakarya Pertimbangan Geologi untuk Pembangunan Jembatan Selat Sunda di Serang, Banten, Selasa.

Sukhyar mengatakan, saat JSS selesai dibangun, pergerakan barang ataupun energi dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya akan lebih cepat bergerak.

"Sudah tentu pergerakan barang atau energi bisa lebih cepat, bahkan pipa gas juga bisa dipasang melalui JSS," tambah Sukhyar.

Sukhyar mencontohkan, Sumatera Selatan merupakan lumbung energi Indonesia dengan potensi batu bara yang melimpah, namun saat ini masih belum bisa dimaksimalkan pemanfaatannya.

"Pemanfaatan batubara di Kalimantan sudah 93 persen, sementara di Sumatera Selatan baru tujuh persen, yang jadi masalah utama adalah transportasi," kata Sukhyar.

Dalam kesempatan tersebut, hal senada juga disampaikan oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Ptovinsi Banten Shaleh MT yang mengatakan bahwa keberadaan JSS sangat dibutuhkan untuk mendikung perekonomian.

"Jembatan Selat Sunda memang sangant dibutuhkan dan harus dibangun untuk mendukung perekonomian, baik di Provinsi Banten maupun Pulau Sumatera," ujar Shaleh.

Shaleh juga menjelaskan, kebutuhan akan JSS tersebut akibat dari transportasi laut yang tidak lagi bisa melayani kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian di Sumatera.

"Sepuluh gubernur Sumatera juga mendukung pembangunan JSS tersebut karena merupakan kebutuhan yang penting untuk menunjang perekonomian," ujar Shaleh.

Jembatan Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Proyek ini dicetuskan pada 1960 dan akan menjadi bagian dari proyek Asian Highway Network (Trans Asia Highway dan Trans Asia Railway).

Dana proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda direncanakan berasal dari pembiayaan konsorsium yang diperkirakan mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau Rp100 triliun. (ANTARA)

Dibaca : 626 kali
Baru dibaca Terpopuler