Jumat, 15 Desember 2017 | 21:02 WIB

Pemerintah Perketat Pengawasan Impor Sepuluh Komoditas

Kamis, 19 April 2012 / sectoral / st08

 

Pialang News - Untuk menahan laju impor produk yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di pasar dalam negeri, pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap impor sepuluh komoditas di lima pelabuhan.
 
Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan (Kemendag), Inayat Imam mengatakan, kesepuluh komoditas tersebut meliputi elektronik, makanan dan minuman, alas kaki, mainan anak, air minum dalam kemasan, sepatu keamanan, ban, tekstil, helm, dan baja tulangan beton. 
 
Untuk kelima pelabuhan yang diperketat pengawasannya telah mengacu kepada Permendag 56/2008, yaitu pelabuhan Tanjung Priuk di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, Tanjung Perak di Surabaya, Belawan di Medan, dan Sukamo-Hatta di Makassar.
 
Direktur Pemberdayaan Konsumen (PK) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Srie Agustina mengatakan, Kemendag telah menarik 102 produk yang tidak memiliki (SNI). Beberapa produk yang tidak memiliki SNI tersebut berasal dari Cina.
 
"Telah ditemukan ratusan produk tidak memiliki kualitas yang tinggi. Kemendag akan meningkatkan pengawasan terhadap produk – produk yang beredar di pasar,” kata Srie  di Jakarta, Kamis (19/4).
 
Srie memaparkan, produk-produk bermasalah tersebut antara lain ban dengan merek DRT sebanyak 105.700 unit, 140 unit ban truk merek CEAT, ban truk Jin Xin, baja lembaran lapisan, baja lembaran beton, dan baja tulangan beton. Selain itu, makanan dan minuman kemasan, beberapa buah-buahan seperti apel dan jeruk.
 
Menurutnya, Pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap peredaran barang di kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam,Bintan,dan Karimun (BBK).
 
“Selain dari lima pelabuhan, banyak barang impor yang masuk melalui kawasan Free trade zone (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun (BBK). Barang tersebut dijual lagi oleh oknum pedagang di kawasan lain,” tandasnya.
 
Dibaca : 351 kali
Baru dibaca Terpopuler