Rabu, 22 Nopember 2017 | 19:48 WIB

Pemerintah Harus Berpihak Pada Pengembangan Produk Domestik

Selasa, 20 Agustus 2013 / sectoral / antara

Makassar, investorpialang.com - Ketua Dewan Pembina Lembaga Indonesia ASA (Adil, Sejahtera, Aman) Jenderal TNI (Purn) H. Djoko Santoso meminta Pemerintah bersungguh-sungguh berpihak pada pengembangan produk dalam negeri.

"Jika jadi Presiden, saya akan mengambil kebijakan membelanjakan sebagian besar APBN/APBD untuk membeli produk-produk dalam negeri dan memberikan prioritas bagi pengembangan produk-produk domestik," kata Djoko Santoso di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Djoko berada di Makassar untuk melakukan panen raya di Kelurahan Malewang Kabupaten Takalar Sulsel, didampingi Dirut Pandu Tani Indonesia (PATANI) Sarjan Taher serta mantan Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Kementan Dr. Farid Bahar dan Ketua Umum Lembaga Indonesia ASA Usamah Hisyam.

Selama berada di Makassar, ia juga melakukan sosialisasi Gerakan Indonesia di hadapan kalangan mahasiswa dan akademisi serta pimpinan sejumlah Ormas, selain juga bersilaturahmi dengan staf dan direksi Harian Fajar Makassar.

Menurut dia, meski 2013 dan 2014 adalah tahun politik, Pemerintah harus memberikan perhatian penuh pada kesiapan menghadapi AFTA, sebab dengan berlakunya pasar bebas itu nantinya hanya ada satu pasar dan basis produksi di lingkungan ASEAN dengan lima elemen utama, yakni aliran bebas barang, bebas jasa, dan bebas investasi serta bebas modal dan tenaga kerja terampil.

Menurut dia AFTA adalah peluang dan kesempatan bagi pengembangan ekonomi Indonesia, dalam kaitan ini tentu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal.

"Karena SDM Indonesia harus berjibaku dalam kompetisi ekonomi regional tersebut," katanya sambil menambahkan bahwa pada era AFTA nanti Indonesia bahkan harus bisa menciptakan pasar bagi produk-produk domestik di negara-negara ASEAN lainnya.

Ia menyatakan, kalau tidak siap Indonesia hanya akan menjadi pasar produk negara-negara ASEAN lainnya. Saat ini saja produk-produk pertanian asing sudah membanjiri Indonesia.

Selain itu perbankan asing kian dominan di dalam negeri, dan perkebunan kelapa sawit juga dikuasai asing.

Sementara itu saat melakukan panen raya di Kelurahan Malewang Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar, Djoko Santoso juga mengemukakan arti pentingnya kesiapan menghadapi AFTA, termasuk kesiapan para petani di Sulawesi Selatan dalam menghadapi kompetisi ekonomi regional tersebut.

"Ke depan, `'perang' bukan lagi antar tentara, karena yang harus bertempur adalah para petani dengan meningkatkan kualitas produk dan daya saing, termasuk bagaimana menjadikan Sulawesi Selatan kembali menjadi lumbung swasembada untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Dalam kaitan ini, menurut Djoko Santoso, Gerakan Indonesia ASA akan terus memberikan dukungan moril bagi Ormas PATANI untuk mengembangkan teknologi pertanian dalam upaya meningkatkan efisiensi serta menaikkan daya saing dan kualitas produk pertanian di dalam negeri.

Dibaca : 536 kali
Baru dibaca Terpopuler