Rabu, 22 Nopember 2017 | 19:47 WIB

Kebijakan Garuda Beri Potongan Harga Tiket Dikecam

Selasa, 23 Juli 2013 / sectoral / antara

Pekanbaru, investorpialang.com - Perusahaan biro perjalanan atau travel mengecam kebijakan Garuda Indonesia di Pekanbaru yang memberlakukan penjualan tiket langsung kepada masyarakat dengan cara memberi potongan sampai 10 persen.

"Kalau beli langsung ke kantor Garuda, maka mendapat potongan harga sebesar 10 persen. Jika tiket tersebut diperoleh dari kami selaku travel, potongan itu tidak berlaku," ujar pemilik Araya Travel, Maryanti di Pekanbaru, Senin.

Araya Travel yang tergabung dalam DPD Association of Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Riau pun, mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh maskapai plat merah itu.

"Banyak pelanggan kami menjadi hilang. Mereka lebih cendrung memilih untuk langsung membeli tiket ke sana (Garuda Indonesia), daripada ke travel agen demi potongan harga," ucapnya.

Leni, pimpinan Blessing Tour mengaku akibat kebijakan tersebut, banyak pelanggan dari perusahaan yang hilang. Lebih parah lagi, kalau mereka beli tiket maskapai tersebut ke biro perjalanan dengan cara utang.

"Kami hanya mendapat keuntungan sebesar tiga persen dari tiket Garuda dan itupun masih diutangin. Hampir rata-rata travel mengeluh dengan berkurangnya omset penjualan tiket," katanya.

Ketua DPD Asita Riau Ibnu Mas'ud mengatakan, sudah dilakukan komunikasi dengan pihak Garuda Indonesia yang berkedudukan di Pekanbaru tentang hal tersebut.

Pihaknya juga sudah meminta agar kebijakan pemberian potongan harga yang melebihi persentase ke masyarakat untuk segara dihentikan, karena menimbulkan persoalan kerugian terhadap perusahaan biro perjalanan yang tidak sedikit.

"Kalau sekarang, sudah muncul kerugian. Kami akan surati pihak Garuda untuk menghentikan program ini, khususnya bagi PNS dan anggota keluarga. Kalau tidak juga diperhatikan, kami akan boikot penjualan tiket Garuda," tegasnya.

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Pekanbaru, Suyatno Rifat mengatakan, program ini adalah salah satu bagian dari produk yang ditawaran pihaknya agar pelanggan mendapat banyak pilihan.

Calon penumpang yang memilih beli langsung, jumlahnya dibatasi. Namun pembelian dalam jumlah banyak dan terus menerus adalah persahaan dan biasanya membayar berdasarkan periode di travel.

"Saya berpikir ini tidak berdampak signifikan bagi mitra dan semua berjalan normal. Kalau berdampak buruk di lapangan, tentunya akan kami pelajari," katanya.

Dibaca : 616 kali
Baru dibaca Terpopuler