Senin, 20 Nopember 2017 | 11:06 WIB

Pertumbuhan China Positif Bagi Baja Nasional

Jumat, 29 Agustus 2013 / sectoral / antara

Jakarta, investorpialang.com - Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Irvan Kamal Hakim meyakini pertumbuhan perekonomian China justru akan berdampak positif bagi perkembangan industri baja nasional.

"Prospek industri baja kata kuncinya di harga dan pertumbuhan ekonomi China," kata Irvan dijumpai di sela-sela acara penandatanganan kerja sama pengamanan objek vital sektor industri oleh Kemenperin dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, di Jakarta, Rabu.

Irvan menyampaikan China saat ini merupakan negara yang memproduksi separuh kebutuhan baja di dunia.

Jika pertumbuhan China menurun, maka daya beli perusahaan-perusahaan di negara tersebut ikut menurun, sehingga produksi baja China berlebih, dan akibatnya ekspor baja negara tersebut ke Indonesia akan meningkat sehingga harga baja nasional turun.

"Kalau ekonomi China membaik otomatis konsumsi domestiknya akan naik, sehingga posisi ekspornya berkurang. Yang repot justru kalau ekonomi China turun. Kita berharap ekonomi China bisa meningkat sampai 8,3-8,5 persen hingga akhir tahun," kata dia.

Lebih jauh Irvan mengatakan bahwa secara umum permintaan baja di sektor domestik hingga akhir tahun diprediksi tetap berada di posisi positif. Namun dia menekankan perlunya mewaspadai gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar yang dapat mempengaruhi industri baja.

"Kami akan me-review kembali potensi ekspor baja ke depan dengan adanya gejolak nilai tukar ini," kata dia.

Dibaca : 679 kali
Baru dibaca Terpopuler