Senin, 20 Nopember 2017 | 11:03 WIB

Harga Minyak Naik ke Tingkat Tinggi Dua Tahun

Jumat, 29 Agustus 2013 / sectoral / antara

London, investorpialang.com - Minyak mentah New York "rally" ke level tertinggi lebih dari dua tahun pada Rabu, dengan kekhawatiran tentang pasokan Timur Tengah secara intensif karena kekuatan Barat mempersiapkan diri untuk kemungkinan aksi militer terhadap Suriah.

Kontrak utama New York, West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, melonjak ke posisi 112,24 dolar, mencapai level terbaru pada awal Mei 2011.

Akhirnya, hal itu menunjukkan keuntungan bersih dari 96 sen menjadi 109,97 dolar per barel karena para pedagang membukukan keuntungan besar.

Minyak mentah Brent North Sea melonjak ke 117,34 dolar--titik tertinggi sejak akhir Februari. Brent kemudian diperdagangkan pada 115,31 dolar per barel, naik 95 sen dibandingkan dengan penutupan Selasa.

"Potensi aksi militer (terhadap Suriah) dalam hitungan hari atau minggu telah membantu mengangkat harga minyak," kata Michael McCarthy, analis CMC Markets.

Minyak mentah berjangka telah melompat ke level tertinggi dalam 18 bulan pada Selasa karena ancaman Barat terhadap Suriah memicu kekhawatiran atas pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

"Sementara Suriah bukan produsen besar minyak, potensi konflik kemungkinan terus meningkat di Timur Tengah mendorong harga lebih tinggi, kecuali kita melihat upaya dari AS untuk meredakan kekhawatiran tentang beberapa bentuk tindakan militer," kata analis kelompok perdagangan Alpari, Craig Erlam.

Para pengamat mengatakan serangan militer menargetkan rezim Presiden Bashar al-Assad, di mana bisa memicu ketegangan di produsen minyak Timur Tengah, yang sudah didera oleh krisis politik di Mesir.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya membangun kasus mereka Rabu kemungkinan aksi militer terhadap rezim di Suriah yang dilanda perang atas dugaan serangan senjata kimia, meski ada peringatan keras dari Iran dan Rusia.

Inggris akan mencari dukungan dari Dewan Keamanan PBB untuk "semua langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warga sipil" di Suriah dari rezim Assad, Perdana Menteri David Cameron mengatakan pada Rabu.

Sebuah resolusi yang disusun oleh Inggris "mengutuk serangan senjata kimia oleh Assad "akan dipresentasikan ke pertemuan lima anggota aapermanen Dewan Keamanan di New York pada Rabu, Cameron mengatakan dalam pesan Twitter.

Wakil Presiden AS Joe Biden telah menyatakan pada Selasa bahwa "tidak meragukan" rezim Suriah bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia.

Namun, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan pada Rabu bahwa setiap intervensi militer oleh Amerika Serikat terhadap sekutu Teheran akan memunculkan "bencana" bagi kawasan tersebut.

Iran telah membuat pernyataan kuat dalam beberapa hari terakhir terhadap intervensi militer Barat di Suriah, yang bukan merupakan negara penghasil minyak yang besar.

Dibaca : 623 kali
Baru dibaca Terpopuler