Senin, 18 Juni 2018 | 10:41 WIB

Eksplorasi Besar-Besaran Tingkatkan Cadangan Migas

Jumat, 31 Mei 2013 / sectoral / antara

Pekanbaru, investorpialang.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas (migas) nasional diperlukan upaya eksplorasi secara besar-besaran.

"Selain itu melakukan intensifikasi dengan menambah sumur produksi, melakukan 'workover' dan perbaikan fasilitas produksi serta melakukan upaya perbaharuan teknologi," kata Kepala SKK Migas wilayah kerja Sumbagut, Agung P Budiono di Pekanbaru, Kamis.

Peryataan Agung adalah tanggapan terkait ungkapan Lembaga Kajian untuk Reformasi Pertambangan, Energi, dan Lingkungan Hidup (ReforMiner Institute) yang menjelaskan bahwa cadangan minyak bumi (minyak fosil) Indonesia pada 11 tahun kemudian akan habis.

Namun Agung meyakini, sektor hulu migas masih memiliki peran strategis di masa mendatang, khususnya dalam hal penyediaan sumber energi bagi kebutuhan nasional maupun sumber devisa negara.

Menurut dia, penggunaan gas dalam negeri dapat terwujud jika transport antar-pulau menggunakan transportasi 'Liquefied Natural Gas (LNG)' dengan penggunakan pipa khususnya pada transportasi kapal. Sehingga, kata dia, antar-daratan atau pulau tersambung sebagai jaringan terintegrasi.

Untuk tetap mempertahanan cadangan migas, menurut dia, meningkatkan peran daerah penghasil migas dalam kegiatan usaha hulu agar merasa memiliki dan menjaga sehingga kegiatan hulu migas dapat berjalan dengan baik.

"Jika sejumlah poin ini terpenuhi, maka sangat dimungkinkan cadangan migas nasional dapat utuh hingga mencukupi kebutuhan yang panjang," katanya.

Sebelumnya ReforMiner Institute menyatakan, cadangan minyak per tahun 2011 hanya tersisa sekitar 3,74 miliar barel sementara produksi per tahunnya sekitar 358,890 juta barel. Itu artinya, demikian Komaidi, cadangan minyak bumi nasional akan habis pada 11 tahun kemudian.

Sementara untuk cadangan gas bumi, menurut catatan ReforMiner, masih sekitar 104,71 triliun standar feet kubik/Tera Standard Cubic Feet (TSCF) atau produksi pertahunnya yakni mencapai 471.507 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).

Kemudian untuk cadangan jenis energi fosil jenis batubara, ReforMiner Institute mencatat ada sebanyak 21.131,84 juta ton, dimana produksi per tahunnya yakni mencapai 353.387.341 ton.

Khusus untuk batubara, lembaga kajian ini memprediksikan cadangan yang terkandung dalam bumi Indonesia masih akan ada hingga 59 tahun kedepan.

ReforMiner mencatat, posisi cadangan khusus minyak bumi Indonesia terhadap dunia saat ini menempati pisisi 28 (2010).

Dibaca : 249 kali