Jumat, 15 Desember 2017 | 21:01 WIB

FSRU Jakarta Hemat Subsidi BBM Rp6 Triliun

Senin, 27 Mei 2013 / sectoral / antara

Jakarta, investorpialang.com - Unit penampungan dan regasifikasi terapung (floating storage and regasification unit/FSRU) di laut utara Jakarta yang dioperasikan PT Nusantara Regas telah menghemat subsidi BBM sebesar Rp6 triliun.

Dirut Nusantara Regas Hendra Jaya dalam rilisnya di Jakarta, Minggu, mengatakan, sejak pertama beroperasi pada tanggal 24 Mei 2012 sampai dengan 30 April 2013, FSRU Jakarta telah menyalurkan gas yang setara dengan 1,5 juta kiloliter BBM.

"Kalau dihitung, maka penghematan subsidi BBM dalam APBN setara dengan Rp6 triliun pada kurs Rp9.500 per liter," katanya.

Gas FSRU Jakarta diperuntukkan bagi pembangkit listrik di Muara Karang dan Tanjung Priok.

Pada tahun 2013, menurut Hendra, Nusantara Regas menargetkan penyaluran 22 kargo gas yang berasal dari Blok Mahakam, Kaltim.

Kontrak pasokan sudah ditandatangani.

"Kami juga tengah menegosiasikan tambahan dari Kilang Tangguh, Papua sebanyak 5--6 kargo LNG," katanya.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengalokasikan lima kargo LNG dari Kilang Tangguh pada tahun 2013.

Alokasi LNG tersebut tertuang dalam Surat Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini Nomor 0263 hingga 0267/SKK00000/2013/S2 kepada Menteri ESDM Jero Wacik tertanggal 22 April 2013.

Dalam suratnya, Nusantara Regas akan memperoleh 200 kargo selama periode 2013--2021 dengan perincian 147 kargo dari Tangguh dan Chevron IDD 53 kargo.

Setelah lima kargo pada tahun 2013, Tangguh akan memasok Nusantara Regas 12 kargo per tahun pada tahun 2014--2015, 19 kargo per tahun periode 2016--2017, dan 20 kargo per tahun selama 2018--2021.

IDD akan menambah pasokan ke FSRU Jakarta mulai 2018 sebanyak delapan kargo, 11 kargo pada tahun 2019, 2020 sebanyak 15 kargo, dan 2021 sebanyak 19 kargo.

Dibaca : 375 kali
Baru dibaca Terpopuler