Senin, 18 Juni 2018 | 10:35 WIB

Harga Minyak Bervariasi di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Jumat, 16 Nopember 2012 / sectoral / antara/afp

New York, investorpialang.com - Harga minyak dunia berakhir bervariasi atau "mixed" pada Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah meningkatnya kekerasan antara Israel dan Palestina, data ekonomi AS yang lemah serta kenaikan pasokan minyak mentah AS.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, ditutup pada 85,45 dolar AS per barel, turun 87 sen dari posisi Rabu.

Dalam perdagangan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik 1,37 dolar AS menjadi menetap di 110,98 dolar AS per barel.

Meskipun ketegangan di kawasan kaya minyak Timur Tengah meningkat, karena Israel dan Palestina saling serang di Gaza, kontrak WTI di New York tidak mampu mempertahankan kenaikan pada pembukaan perdagangan.

"Brent jauh lebih langsung terkena dampak gangguan pasokan di Tengah Timur karena semua ditujukan untuk Eropa, sementara AS mendapatkan banyak minyak dari tempat lain, seperti Venezuela, Kanada dan Meksiko," kata Matt Smith di Summit Energy.

Kontrak berjangka New York terpukul oleh laporan mingguan pasokan minyak Departemen Energi AS (DoE) yang menunjukkan peningkatan di negara konsumen minyak terbesar dunia itu, katanya.

DoE mengatakan, stok minyak mentah AS melonjak 1,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 9 November.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, klaim baru manfaat asuransi pengangguran pekan lalu melonjak ke tingkat tertinggi dalam tujuh tahun setelah super badai Sandy melanda pantai timur laut.

Di sisi lain, Federal Reserve (bank sentral AS) melaporkan aktivitas manufaktur di negara bagian New York masih kontraksi untuk keempat bulan berturut-turut pada November, sementara aktivitas di wilayah Philadelphia jatuh setelah naik pada Oktober.

"Kami masih melihat gambaran yang lebih besar lesunya permintaan di sana," kata Smith. (ANTARA/AFP)

Dibaca : 1150 kali