Rabu, 22 Nopember 2017 | 19:49 WIB

China Pasar Penting Minyak Sawit Berkelanjutan

Rabu, 31 Juli 2013 / sectoral / antara

Jakarta, investorpialang.com - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menilai China sebagai pasar penting bagi minyak sawit berkelanjutan karena merupakan negara importir terbesar kedua dan negara konsumen minyak sawit ketiga di dunia.

"Partisipasi kami di dalam pertemuan tahun ini menandakan sebuah 'milestone' baru bagi RSPO di Cina," kata Direktur Komunikasi RSPO Anne Gabriel dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Gabriel dalam pertemuan dengan Chinese Chamber of Commerce of Foodstuffs and Native Produces (CFNA) 2013 Oils & Oilseeds Summit di Rizhao, Provinsi Shandong, pada tanggal 17 Juli.

Gabriel menilai di China, RSPO telah meluncurkan sejumlah inisiatif strategis untuk mencapai tujuannya dalam menjadikan minyak sawit berkelanjutan sebagai norma pada skala nasional.

Dalam setahun ini menurut dia, pihaknya mencatat pertambahan jumlah anggota RSPO dari China lebih dari dua kali lipat, meluncurkan situs RSPO berbahasa Cina (http://www.rspo.org/cn/) dan menandatangani kesepakatan kerja sama (MOU) dengan CFNA.

"MOU tersebut lebih jauh mengukuhkan hubungan strategis antara kedua organisasi. Kami yakin melalui inisiatif-inisiatif ini, kami berada di jalur yang tepat untuk membawa perubahan besar di Cina," ujarnya.

Anne juga menyebutkan bahwa RSPO dapat berkontribusi terhadap stabilitas pasokan minyak sawit di Cina.

"Dengan menekan resiko impor melalui mitigasi kemungkinan gangguan pasokan yang disebabkan permasalahan hukum, sosial, ataupun lingkungan, Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) akan memastikan Cina memiliki prediktabilitas pasokan, isu yang amat penting bagi para pembuat kebijakan dan pelaku industri," katanya.

President CFNA Bian Zhenhu mengatakan CFNA senang dapat bermitra dengan RSPO dalam mempromosikan sektor minyak sawit berkelanjutan.

"Kami sepenuhnya mendukung sertifikasi RSPO dan berkomitmen untuk bekerja bersama RSPO demi mempromosikan pengadaan serta penggunaan minyak sawit berkelanjutan di China," katanya.

Zhenhu menjelaskan isu-isu yang berhubungan dengan green semakin menonjol di China. Selain itu menurut dia pemerintah saat ini memberikan perhatian yang lebih tinggi pada keberlanjutan sebagaimana ditetapkan dalam dalam Rencana Lima Tahun ke-12.

"Perusahaan-perusahaan menyadari nilai dari menjalankan praktek-praktek keberlanjutan dalam model bisnis mereka dan tuntutan masyarakat akan aksi nyata dari seluruh pelaku pun semakin tinggi. Kami percaya RSPO memiliki peran penting dalam ranah ini," ujarnya.

Dibaca : 632 kali
Baru dibaca Terpopuler