Rabu, 25 April 2018 | 03:48 WIB

HKTI Usul Koperasi Petani Direvitalisasi

Senin, 01 Juli 2013 / sectoral / antara

Jakarta, investorpialang.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Benny Pasaribu mengusulkan agar lembaga yang menjadi wadah petani yakni koperasi harus direvitalisasi sebab tidak mungkin memberdayakan petani tanpa merevitalisasi lembaganya.

"Sudah saatnya merevitalisasi koperasi yang beranggotakan para petani untuk menyejahterakan dan meningkatkan taraf hidup petani di Indonesia menjadi lebih baik," kata Sekjen HKTI Benny Pasaribu di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan, selama ini lembaga koperasi yang menjadi wadah petani seakan mati suri dan tidak mampu menjalankan fungsinya dengan optimal.

Padahal, menurut dia, koperasi potensial digunakan sebagai solusi bagi banyak persoalan yang dihadapi petani.

"Petani sering menghadapi masalah kelangkaan pupuk subsidi dan alat produksi pertanian, bahkan permodalan. Ini saya kira sangat potensial diselesaikan melalui koperasi," katanya.

Sebelum era reformasi, koperasilah yang mewadahi kepentingan petani dalam hal penyediaan kredit, alat-alat produksi pertanian, termasuk membeli produk petani.

Sayangnya, pasca-era reformasi keberadaan koperasi khususnya koperasi unit desa seakan dimandulkan oleh sejumlah kebijakan termasuk dalam kaitannya tidak lagi difungsikan sebagai lembaga penyalur pupuk bersubsidi untuk petani.

Pihaknya sendiri memantau sampai saat ini, aset-aset milik KUD termasuk gudang masih ada tetapi tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

"Dulu petani sempat jaya, karena ada kepedulian pemerintah dalam hal kebijakan dan penguatan lembaga koperasi yang mewadahinya," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah mendorong koperasi-koperasi tersebut direvitalisasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Dibaca : 244 kali
Baru dibaca Terpopuler