Minggu, 22 April 2018 | 11:30 WIB

Distan Lebak Kembangkan Tanaman Palawija

Kamis, 27 Desember 2012 / sectoral / antara

Lebak, investorpialang.com - Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Banten, mendorong petani mengembangkan budi daya tanaman palawija guna memenuhi ketersediaan pangan, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Kita tidak henti-hentinya meminta petani mengembangkan tanaman palawija, karena permintaan pasar lokal relatif tinggi," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Rangkasbitung, Kamis.

Ia mengatakan selama ini petani Kabupaten Lebak menggeluti bidang usaha tanaman palawija cukup kecil dan berkembang hanya beberapa kecamatan.

Padahal, kata dia, prospek pengembangan tanaman palawija sangat menjanjikan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat juga ketersedian pangan.

Pihaknya mengintruksikan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) pertanian kecamatan untuk melaksanakan tanaman budidaya palawija kepada petani-petani yang tersebar di 28 kecamatan.

Sebab saat ini produksi palawija masih didatangkan dari Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang.

Mereka palawija dari Pasar Induk itu dipasok dari berbagai daerah di Jawa Barat.

"Kita yakin ke depan petani Lebak bisa memasok produksi tanaman palawija ke luar daerah," ujarnya.

Menurut dia, usaha tanaman palawija seperti jagung, kacang tanah, kedelai, pisang, singkong dan umbi-umbian bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi petani.

Pengembangan tanaman palawija di Lebak sangat memungkinkan dengan memanfaatkan lahan darat dan sawah yang begitu luas.

Selain itu juga tanaman palawija sangat cocok dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Lebak.

Saat ini, ujar dia, petani Lebak hanya berhasil mengandalkan tanaman pisang sebagai sumber ekonomi karena setiap hari bisa dipasok ke luar daerah.

"Saya berharap pengembangan palawija bisa meningkatkan pendapatan ekonomi petani," katanya.

Dede menyebutkan, saat ini pengembangan tanaman palawija tumbuh di beberapa kecamatan saja yang sudah berhasil antara lain adalah Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung dan Kalanganyar.

Sebab di daerah itu sangat cocok untuk pengembangan tanaman palawija.

Sedangkan, kata dia, wilayah Lebak tengah dan selatan relatif kecil petani menggeluti bidang usaha palawija.

Pemerintah daerah mendorong petani bisa melirik pengembangan budi daya tanaman palawija sebab permintaan Pasar Rangkasbitung cukup tinggi.

Selama ini petani Lebak belum bisa memenuhi permintaan pasar tersebut.

"Kami minta petani bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal," jelasnya.

Ia menambah selama ini petani Lebak kurang berminat membudidayakan tanaman palawija karena biaya produksinya cukup tinggi, sehingga mereka malas untuk menggeluti bidang tanaman itu.

Selain itu juga petani di sini masih rendah sumber daya manusia (SDM) pengelolaan tanaman palawija.

"Kami terus mlakukan pengembangan palawija ini dapat meningkatkan ketersediaan pangan juga kesejahteraan petani," katanya.

Salah seorang petani palawija di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak Samudi mengatakan, selama ini budi daya palawija sangat menguntungkan karena setiap hari bisa menghasil pendapatan ekonomi.

Sebagian besar petani di sini mulai meninggalkan padi sawah dan mereka beralih ke budi daya tanaman palawija, karena usaha pertanian palawija bisa produksi antara satu sampai empat bulan.

"Kami dan petani di sini sudah dua tahun mengembangkan tanaman palawija setelah pemerintah daerah memberikan bantuan benih jagung dan kedelai," katanya. (ANTARA)

Dibaca : 471 kali
Baru dibaca Terpopuler