Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:38 WIB

OJK Dorong BUMN Jadi Perusahaan Terbuka

Selasa, 18 Agustus 2015 / sectoral / investor & pialang

Jakarta, INVESTOR&PIALANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong optimalisasi potensi penawaran umum bagi BUMN dan Entitas Anak di Pasar Modal dengan menyelenggarakan Seminar bertema Optimalisasi Potensi Penawaran Umum bagi BUMN dan Entitas Anak di Pasar Modal.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dan dihadiri oleh perwakilan dari BUMN beserta Entitas Anak. Narasumber seminar ini berasal dari OJK, Kementerian BUMN Republik Indonesia, Bursa Efek Indonesia,danEmiten BUMN.

Seminar ini bertujuan untuk menawarkan Potensi Pendanaan melalui Pasar Modal kepada BUMN dan Entitas Anak mengingat peran strategis Pasar Modal dapat menjadi pilihan bagi BUMN dalam rangka mengembangkan usahanya antara lain yaitu:

  1. Pasar Modal menyediakan sarana pembiayaan jangka panjang yang dapat mendukung kebutuhan dan kegiatan bisnis Perseroan;
  2. Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi dan penambahan modal kerja;
  3. Solvabilitas Perseroan menjadi tinggi karena dengan go public sebagai media promosi, Perseroan dapat diperhatikan oleh masyarakat dan komunitas keuangan sehingga dapat memperbaiki citra Perseoran;
  4. Resiko finansial lebih ringan karena pemegang saham diberikan deviden yang besarnya sesuai dengan keuntungan yang dihasilkan oleh Perseroan; dan
  5. Perseroan menjadi lebih fokus dan bertanggung jawab dalam mengelola dana dengan jumlah cukup besar yang diperoleh dari kegiatan di pasar modal.

Berdasarkan data OJK, hingga saat ini terdapat 33 BUMN dan entitas anaknya yang telah memanfaatkan sarana pasar modal, 22 diantaranya telah melakukan pencatatan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan beragam sektor usaha, mulai dari perusahaan perbankan, properti, pertambangan, telekomunikasi, hingga transportasi.

Total nilai kapitalisasi saham-saham BUMN tersebut saat ini sudah mencapai Rp423,3 triliun. Meningkat hampir 3 kali lipat dibandingkan nilainya pada saat awal emisi.

Menurut Nurhaida Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, hal ini menunjukkan besarnya potensi dan keuntungan yang dapat diperoleh BUMN melalui pendanaan di pasar modal.

Adapun materi seminar mencakup: Kebijakan Kementerian BUMN untuk mendorong Perusahaan BUMN menggunakan Pasar Modal sebagai Alternatif Pendanaan, Peran Strategis Pasar Modal bagi Emiten atau Perusahaan Publik, Manfaat Listing di Bursa Efek, dan sesi tanya jawab.

Pelaksanaan seminar ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk meningkatkan competitiveness dan likuiditas pasar modal Indonesia, yang disebut dengan Capital Market Deepening. OJK secara terus menerus, bertahap, dan berkelanjutan melaksanakan sejumlah strategi dan kegiatan dalam program ini.

Menurut Nurhaida, seminar kali ini diadakan karena OJK memandang salah satu sasaran yang potensial menjadi bintang di pasar modal selain perusahaan-perusahaan swasta (asing maupun dalam negeri)dan perusahaan-perusahaan konglomerasi atau group perusahaan adalah BUMN dan entitas anaknya.

Dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2015-2019 yang sedang disusun, OJK juga mendorong peningkatan peran BUMN dalam memperoleh pendanaan dari pasar modal baik melalui penerbitan saham atau efek bersifat utang yang bersifat konvensional maupun syariah (sukuk). (dul)

Dibaca : 459 kali
Baru dibaca Terpopuler