Senin, 20 Nopember 2017 | 10:52 WIB

2015 Tahun Penguatan Integritas OJK

Rabu, 31 Maret 2015 / sectoral / investor pialang

IPNEWS - Jakarta, 31 Maret 2015. Industri jasa keuangan dibangun diatas kepercayaan publik. Tidak ada satupun lembaga jasa keuangan dapat bertahan bila masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap lembaga tersebut. Oleh karena itu, kepercayaan merupakan modal penting bagi stabilitas sistem keuangan nasional. Urgensi peningkatan kepercayaan menguat seiring dengan naiknya ketidakpastian di sektor keuangan maupun perekonomian setelah krisis keuangan global 2008.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki komitmen tinggi untuk memupuk kepercayaan masyarakat melalui penguatan integritas seluruh praktisi/pelaku industri jasa keuangan, khususnya integritas insan OJK sendiri. OJK telah mencanangkan tahun 2015 ini sebagai tahun penguatan integritas OJK. Beberapa program penguatan integritas OJK diantaranya adalah membangun fungsi, strategi, dan sistem anti fraud, pelaksanaan program pengendalian gratifikasi, dan revitalisasi OJK whistle blowing system (OJK WBS).

Program revitalisasi OJK WBS dilakukan antara lain dengan:

  1. Peningkatan integritas sistem melalui enkripsi seluruh data dengan teknologi mutakhir yang aman.
  2. Anonimitas dan perlindungan pelapor, ditambah pemberian reward kepada pelapor.
  3. User interface lebih sederhana dan menarik, serta pelapor dapat memantau status laporannya.
  4. Pengelolaan WBS akan dilaksanakan oleh pihak independen.

Pihak eksternal yang bisa dilibatkan dalam WBS mulai dari lembaga jasa keuangan, profesi di industri, profesi penunjang, konsumen, pemerintah, lembaga legislatif, dan juga kepada para partner kerja OJK seperti vendors, suplier, konsultan pemberi jasa, dan lainnya.

Menjaga integritas industri jasa keuangan termasuk integritas otoritas adalah tanggungjawab kita bersama. OJK mendorong pelaku di industri jasa keuangan dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan fakta dan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh insan OJK melalui OJK WBS.

Program Pengendalian Gratifikasi adalah program nasional di bidang pencegahan korupsi yang dikordinasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun yang termasuk dalam gratifikasi meliputi pemberian uang, barang, diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya, yang diterima baik di dalam maupun di luar negeri, dengan menggunakan sarana elektronik maupun tidak. Penerimaan gratifikasi termasuk juga yang diberikan melalui keluarga pegawai. Oleh karena itu program pengendalian gratifikasi dan membangun lingkungan “bersih dari gratifikasi: menjadi penting untuk OJK sebagai otoritas independen. Program diluncurkan dengan penandatangan pernyataan komitmen OJK yang berisi janji seluruh insan OJK untuk:

  1. Tidak akan menawarkan atau memberikan suap, gratifikasi atau uang pelicin dalam bentuk apapun kepada siapapun;
  2. Tidak meminta atau menerima suap, gratifikasi dan uang pelicin dalam bentuk apapun; dan
  3. mencegah dan mengupayakan pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan OJK.

Pada hari ini Selasa tanggal 31 Maret 2105, bersamaan dengan penyelenggaran Governance, Risk Management & Compliance (GRC) Forum 2015 (acara tahunan profesi bidang internal audit, manajemen risiko, kepatuhan, dan kualitas yang diinisiasi OJK), OJK melaksanakan relaunching whistle blowing system (WBS) OJK serta penandatanganan pernyataan komitmen pengendalian gratifikasi di OJK. Acara penanda tanganan komitmen disaksikan oleh Ketua Sementara KPK, Taufiequrachman Ruki .

Sejalan dengan tema penguatan integritas, GRC 2015 mengambil tema “Penguatan Integritas OJK untuk Industri Jasa Keuangan yang lebih terpercaya”, menghadirkan Taufiequrachman Ruki (Ketua Sementara KPK), Abdullah Hehamahua (expert di bidang governance), Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) dan Ito Warsito (Dirut BEI) sebagai pembicara.

Rangkaian Program penguatan Integritas di OJK yang diluncurkan dihadapan para profesional di bidang governance serta asosiasi dan pimpinan lembaga jasa keuangan adalah salah satu strategi OJK dalam memperkuat integritas industri jasa keuangan secara keseluruhan diluar pendekatan pengaturan dan pengawasan ke industri. Pendekatan penguatan integritas seperti ini merupakan pendekatan holistik yang lebih menekankan kepada kebutuhan dan manfaat, dibandingkan pendekatan yang lebih menonjolkan kewajiban dan sanksi.

Akhirnya, Program penguatan integritas OJK ini hanya akan dinilai berhasil jika OJK mampu menjadi role model bagi seluruh lembaga jasa keuangan dan banyak lembaga jasa keuangan menerapkan program serupa secara sukarela.

Dibaca : 663 kali
Baru dibaca Terpopuler