Senin, 18 Juni 2018 | 10:47 WIB

Kredit UMKM Jadi Primadona Perbankan di Sumsel

Rabu, 10 Juli 2013 / sectoral / antara

Palembang, investorpialang.com - Penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah telah menjadi primadona perbankan di Sumatera Selatan, setelah mencatat persentase alokasi yang relatif sama dengan pembiayaan sektor ekonomi lainnya.

"Penyaluran kredit berbagai sektor ekonomi mengalami pertumbuhan 16,34 persen terhitung April 2013 dibadingkan periode yang sama tahun lalu, sementara sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak jauh berbeda yakni menembus 17,14 persen," kata Peneliti Muda Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VII, Sudarta di Palembang, Selasa.

Ia mengemukakan, persentase itu menunjukkan perbankan di Sumsel aktif dalam membidik sektor UMKM yang selama ini belum menjadi target utama.

Sektor UMKM menjadi sangat menjanjikan kalangan industri perbankan yang terbukti tahan terhadap krisis dan masih menjanjikan, karena belum tergarap secara maksimal.

"Untuk nasabah-nasabah besar tentunya telah memiliki pilihan sendiri ke bank mana akan menginvestasikan atau meminjam dana. Berbeda dengan pengusaha UMKM yang umumnya belum mendapatkan akses ke bank," ujarnya.

Ia menambahkan, sektor ini pun semakin menarik industri perbankan di Sumsel lantaran belum tergarap maksimal, mengingat daerah ini memiliki areal terbilang luas.

"Sumsel dikenal sebagai daerah penghasil komoditas seperti karet dan sawit, dan ini sangat berjaya di kabupaten/kota. Bagi industri perbankan tentunya menjadi potensi yang luar biasa," katanya.

Hanya saja, ia tidak menampik bahwa penyerapan dana kredit UMKM ini kerap terkendala, karena para pengusaha kecil tidak memiliki agunan serta kelengkapan administrasi selaku badan usaha.

"Inilah yang menjadi salah satu penyebab suku bunga UMKM masih tergolong tinggi yakni dikisaran dua digit, karena pihak bank juga memiliki hitungan tersendiri untuk meminimalisasi resiko," ujarnya.

Mengenai penyaluran kredit UMKM di Sumsel, ia menilai sudah sesuai dengan jalur meskipun belum memenuhi target Bank Indonesia sebesar 20 persen.

BI sebagai bank sentral telah menetapkan aturan mengenai alokasi minimum sebesar 20 persen untuk pembiayaan sektor UMKM oleh perbankan. Hanya saja, aturan itu akan dijalankan secara bertahap dari 2013 hingga 2018.

"Persentase sebesar 17,14 persen ini sebenarnya sudah baik, meski demikian Bank Indonesia tetap memacu perbankan agar target 20 persen tercapai dalam dua atau tiga tahun ke depan," katanya.

Dibaca : 497 kali
Baru dibaca Terpopuler