Kamis, 26 April 2018 | 14:44 WIB

Jabar Luncurkan Obligasi Daerah 2014

Sabtu, 20 Oktober 2012 / derivative / antara

Investor&Pialang, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sedang mempersiapkan penerbitan obligasi daerah yang rencananya diluncurkan pada tahun 2014.

"Penerbitan obligasi itu diharapkan mampu menghasilkan dana sekitar 75 persen atau sekitar Rp5 triliun dari APBD Jawa Barat yang nilainya saat ini mencapai Rp9 triliun" kata Karo Adrek Setda Pemerintah Provinsi Jawa Barat Taufik BS, di Bandung, Jumat.

Ia mengatakan, dana dari obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang menghasilkan pendapatan.

Untuk penerbitan obligasi daerah, kata dia, memerlukan sejumlah syarat yang harus dipenuhi Pemprov Jabar seperti pemeriksaan laporan keungan oleh lembaga independen dalam tiga tahun kebelakang.

"Pemeriksaan tersebut bisa melalui Kantor Akuntan Publik (KAP). Kemudian Pemprov Jabar juga harus mendapatkan penilaian terkait kondisi laju pertumbuhan ekonomi, penerimaan asli daerah serta posisi likuidasi keuangan," kata dia.

Menurut dia, penilaian itu dilakukan Bank Dunia melalui perusahaan pemeringkat terbesar di Indonesia yakni PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan rencananya pemeriksaan itu akan dilakukan pada pertengahan 2013.

"Apabila Jabar mendapat rating AAA maka akan dianggap menarik oleh investor," katanya.

Dikatakannya, saat ini Pemprov Jabar telah membentuk tim khusus yang bertugas mempersiapkan peluncuran obligasi daerah itu dan tim yang dibentuk sejak 2011 ini memiliki tugas untuk mengelola utang Pemprov Jabar.

"Begini, tim khusus tersebut bekerja di biro keuangan Pemprov Jabar. Nantinya, mereka akan bertugas mengurusi proyek-proyek menarik yang bisa didanai obligasi. Penerbitan Obligasi daerah ini juga memerlukan kekuatan hukum melalui penerbitan peraturan gubernur," katanya.

Sejumlah pembangunan infrastruktur di Jabar, menurut dia, dapat dibiayai dari dana obligasi daerah.

"Salah satunya ialah Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati menjadi salah satu bidikan pendanaan dari obligasi daerah karena proyek tersebut dinilai bisa menghasilkan pendapatan," katanya. (Antara)

Dibaca : 805 kali
Baru dibaca Terpopuler