Senin, 20 Nopember 2017 | 11:03 WIB

Waran Si Pemanis

Rabu, 18 September 2012 / derivative / majalah pialang edisi 17
Waran Si Pemanis

 

Sering sekali dalam layar komputer kita melihat kode saham-saham seperti BKSL-W, FREN-W, TMPI-W yang bergerak pada running trade. Kode belakang W yang tertera pada saham tersebut merupakan waran. Sebenarnya apakah waran itu? Waran adalah instrumen yang diterbitkan oleh seorang issuer yang merupakan hak yang dimiliki pemegangnya untuk membeli saham biasa suatu perusahaan pada harga pelakasanaan (exercise price) dan jangka waktu yang sudah ditentukan. Waran ini umumnya diberikan secara cuma-cuma alias gratis, namun tentu saja memiliki masa kadaluwarsa. Tujuannya untuk apa? Tidak lain sebagai sweetener atau pemanis.

Agar terlihat lebih menarik para calon investornya, beberapa perusahaan tertentu menyertakan waran pada penawaran umum perdana (IPO) suatu saham atau obligasi. Dalam penerbitannya waran terdapat bermacam-macam komposisi atau rasio misalnya 4:1, artinya setiap pembelian 4 saham biasa akan memperoleh 1 waran yang dapat ditukarkan dengan 1 saham biasa pada harga dan periode waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Umumnya waran dapat di-exercise paling cepat 6 bulan setelah saham biasa dari issuer dicatatkan di Bursa Efek. Masa kadaluwarsa sebuah waran adalah tiga tahun, namun ada juga yang lebih dari tiga tahun.

Berdasarkan haknya, waran dibedakan menjadi dua yaitu: call warant dan put warrant

a. Call Warrant adalah surat perintah yang memberikan pemegang haknya untuk membeli saham sesuai dengan harga yang disepakati, pada saat atau sebelum jangka waktu yang ditentukan.

b. Put Warant adalah surat perintah yang memberikan pemegang haknya untuk menjual saham sesuai dengan harga yang disepakati, pada saat atau sebelum jangka waktu yang ditentukan.

Berdasarkan waktu jatuh temponya, warrant dibedakan menjadi dua yaitu:

a. European Warrant yaitu warrant yang dapat di-exercise pada saat jatuh tempo yang sudah ditentukan

b. American Warrant yaitu warrant yang dapat di-exercise sewaktu-waktu sebelum waktu jatuh tempo

Pergerakan harga saham waran sendiri mengikuti pergerakan dari harga saham induknya. Dimana setiap kenaikan harga saham induknya akan direspon positif oleh kenaikan harga saham warannya, begitu juga sebaliknya saat penurunan harga saham induknya akan direspon negatif oleh harga saham warannya. Waran yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia tidak ada batasan mengenai batas auto reject untuk setiap kenaikan dan penurunannya tidak seperti saham induknya yang ada batasan auto rejectnya.

Harga pelaksanaan (exercise) waran selalu ditentukan lebih tinggi penawaran harga saham biasa pada saat IPO. Contoh saham XYZ pada saat IPO menetapkan harga sahamnya pada harga 100 pada saat bersamaan saham XYZ menerbitkan waran dengan jangka waktu 3 tahun dengan exercise price pada harga 300. Jika pada saat jatuh tempo harga saham XYZ menyentuh diatas 300, andai kata menyentuh pada harga 350 maka akan terjadi transfer wealth dimana si pemegang saham waran tersebut akan memperoleh keuntungan 50 dari pemilik perusahaan. Keuntungan 50 diperoleh dari selisih antara Harga Pasar saham biasa dikurang dengan Exercise Price. Hal lain akan berbeda jika pada saat jatuh tempo harga saham XYZ tidak menyentuh diatas harga saham 300, melainkan pada harga 250. Maka si pemegang saham waran XYZ akan mengalami kerugian sebesar 50 pada saat jatuh tempo. Agar si pemilik saham waran tidak kehilangan modalnya pemilik waran dapat melakukan penambahan dananya pada perusahaan XYZ agar tidak terdilusi kepemilikan sahamnya.

Dibaca : 1555 kali
Baru dibaca Terpopuler