Sabtu, 20 Januari 2018 | 08:39 WIB

36 Reksadana Tak capai Treshold Mininum Rp25 miliar

Selasa, 24 April 2012 / derivative / st01

 

Pialang News - Sebanyak 36 reksa dana yang dibubarkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sepanjang 2012 lebih dikarenakan tidak berkembangnya produk-produk reksa dana tersebut.
 
Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto mengatakan, umumnya produk reksadana tersebut tidak berhasil mencapai treshold minimum Rp25 miliar dalam jangka waktu yang telah ada.
 
“Mungkin sudah diberi waktu enam bulan tetapi tidak tumbuh-tumbuh,” katanya kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/4).
 
Menurut Abi, penyebab tidak tumbuhnya produk-produk tersebut selain karena produknya, juga faktor seperti distribusi atau momentum dikeluarkannya reksa dana. "Misalnya reksadana proteksi dengan yield 7 persen, mungkin saat ini kurang pas jika dilihat momentumnya,” ujarnya.
 
Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, Fakhri Hilmi menyatakan, 36 reksa dana dibubarkan sepanjang 2012 karena beberapa alasan.
 
Ada satu reksa dana pendapatan tetap dengan alasan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang berada di bawah Rp25 miliar, dua reksa dana saham dengan NAB di bawah Rp25 miliar serta 33 reksa dana terproteksi dengan alasan reksa dana telah jatuh tempo.
 
"Dari reksa dana terproteksi, 28 reksa dana telah jatuh tempo dan lima reksadana memiliki dana kelolaan yang di bawah Rp25 miliar," ujarnya.
 
Sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK nomor IV.B.1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif membatasi reksadana harus mengumpulkan dana kelolaan minimal Rp25 miliar. Apabila reksadana memiliki dana kelolaan di bawah Rp25 miliar dalam 90 hari berturut-turut, maka regulator akan menutup reksadana tersebut.
 
Dibaca : 681 kali
Baru dibaca Terpopuler