Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:51 WIB

PNM Luncurkan Tiga Reksa Dana Sekaligus

Kamis, 10 Mei 2012 / derivative / st05

 

Pialang News, Jakarta - Memasuki kuartal kedua tahun  ini, PT PNM Investment Management menerbitkan 3 (tiga) reksa dana dalam satu waktu. Yaitu Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Sektor Riil yang diinvestasikan pada Usaha Mikro Kecil (UMK) serta 2 (dua) reksa dana open end.

Untuk produk RDPT telah tercatat di Bapepam-LK pada 2 Mei 2011. Ini merupakan RDPT PNM yang dilabeli Pembiayaan Mikro BUMN 2012 dan akan dilaunching besok, 11 Mei 2012. Di dalamnya ada dana investor sebesar Rp 270 Miliar. Bertindak sebagai pihak Antara (Intermediary) dalam penerbitan ini adalah PT Permodalan Nasional Madani (Persero), BUMN.

 “Upaya penerbitan RDPT UMK dan kedua reksa dana open end ini, menjadi target Perseroan kedepannya dalam membantu mengembangkan UMKMK serta memberikan pilihan produk investasi bagi investor. Hal ini pun sejalan dengan visi misi perusahaan,” ujar M.Q. Gunadi, Direktur Utama PNM Investment Management, dalam keterangan tertulis (10/5).

Dana dari hasil penerbitan RDPT UMK tersebut akan disalurkan kepada sektor UMK yang dibina oleh PNM (Persero). Sedangkan, reksa dana open end diterbitkan sebagai bentuk komitmen Perseroan kepada investor untuk memberikan pilihan investasi dengan imbal hasil yang menarik dan risiko yang terukur. Sebab, setiap investor memiliki karakteristik dan profil risiko yang berbeda.

Untuk reksa dana jenis campuran, diberi nama PNM Dana Campuran Dinamis, dan dapat dibeli dengan minimum pembelian sebesar Rp 500 ribu. PNM menjanjikan strategi pengelolaan alokasi aset secara aktif dan dinamis mengikuti perkembangan pasar dari waktu ke waktu.

“Yang membuat produk ini berbeda dari reksa dana campuran lainnya adalah adanya penerapan fitur minimum floor value,” ujar Gunadi.

Dengan fitur ini, NAB dari reksa dana akan dijaga pada level tertentu dan investor akan terhindar dari kerugian yang lebih besar ketika market sedang dalam kondisi bearish. Produk ini sesuai bagi investor yang memiliki toleransi risiko menengah dan yang telah berinvestasi di pasar saham namun menginginkan adanya pembatasan risiko.

Sedangkan untuk reksa dana jenis saham diberi nama PNM Dana Investa 45 dengan minimum pembelian, sebesar Rp 500 ribu. Tolok ukur reksa dana ini adalah Indeks LQ45 yang berisi saham-saham big-caps.

“Produk ini diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang optimal dengan risiko jangka pendek yang relatif tinggi. Yang menjadi target investor untuk produk ini adalah investor yang memiliki tujuan investasi dengan horizon panjang baik perorangan maupun institusi,” ujar Gunadi.

Dibaca : 845 kali
Baru dibaca Terpopuler