Rabu, 21 Februari 2018 | 08:42 WIB

IBPA: Ketidakpastian Soal BBM, Tekan Transaksi Harian Obligasi April Minus 31,1 Persen

Selasa, 01 Mei 2012 / derivative / st01

 

Pialang News – Nilai transaksi perdagangan obligasi pada bulan April rata-rata tercatat hanya Rp3,49 triliun per hari. Angka ini tururn drastic jika dibandingkan transaksi perdagangan rata-rata pada bulan Maret yang tercatat sebanyak Rp6,51 triliun per hari. Kondisi penurunan ini terjadi sejak akhir Februari lalu.

Dikutip dari keterangan tertulis Indonesia Bonds Pricing Agency (IBPA), Selasa (1/5), hal serupa juga terjadi pada frekuensinya. Rata-rata total frekuensi mencapai 315 kali per hari pada bulan April atau tercatat menurun sekitar  minus 31,1 persen dibandingkan rata-rata total frekuensi pada bulan Maret yang tercatat sebanyak 457kali per hari.

Dari seri obligasi yang ada, tercatat seri obligasi teraktif pada bulan April adalah FR0058 dengan volume perdagangan mencapai Rp2,93 triliun dan ditransaksikan sebanyak 349 transaksi.

Sedangkan seri teraktif dari obligasi korporasi yakni Obligasi Berkelanjutan I SMF Tahap II Tahun 2012 Berjamin Aset Piutang KPR Seri B (SMFP01BCN2) dengan volume perdagangan mencapai Rp25 miliar dan ditransaksikan sebanyak 76 kali.

Selama sepekan yang lalu, harga-harga obligasi juga didominasi penurunan,  bersamaan dengan naik-nya yield pada sebagian besar tenor. Hal ini terjadi seiring dengan minimnya faktor positif yang mempengaruhi aktivitas transaksi di pasar obligasi domestik.

Di awal pekan, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) yang memutuskan untuk tetap menempatkan so-vereign rating Indonesia pada level non investment grade (BB+) menjadi salah satu penyebabnya.

S&P sendiri belum menaikkan peringkat Indonesia pada level Investment Grade salah satunya karena ketidakpastian kebijakan pemerintah terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) ditengah kenaikan harga minyak dunia. Ketidakpastian ini dipercaya juga berpeluang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Dibaca : 602 kali