Senin, 20 Nopember 2017 | 11:00 WIB

Indonesia Butuh Investor Atasi Kekurangan Dana Infrastruktur

Sabtu, 30 Agustus 2013 / macro / antara

Palembang, investorpialang.com - Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, Indonesia membutuhkan banyak investor untuk mengatasi masalah kekurangan dana pembangunan infrastruktur.

"Biasanya kebutuhan dana pembangunan infrastruktur sekitar 5-7 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya, berdasarkan hitungan itu masih kurang sekitar 50 persen atau sekitar Rp250 triliun," katanya seusai berbicara pada seminar "Indonesia-OECD International On Infrastructure", di Palembang, Kamis.

Untuk mengatasi kekurangan dana pembangunan infrastruktur yang sangat besar itu, dibutuhkan sumber pendanaan lain dari investor, katanya.

Kekurangan dana pembangunan infrastruktur tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi hampir di seluruh negara.

"Secara global tersedia dana pembangunan infrastruktur sebesar 1 triliun dolar Amerika Serikat sedangkan kebutuhan mencapai 3 triliun dolar AS," ujarnya.

Keterbatasan keuangan publik masing-masing negara, perlu dipikirkan secara bersama melalui forum OECD dan forum internasional lainnya seperti APEC dan G20, sehingga bisa diatasi masalah kesenjangan investasi infrastruktur secara global yang mencapai 2 triliun dolar AS itu, kata wamenkeu.

Sementara Deputy Secretary General OECD Rintaro Tamaki pada kesempatan itu mengatakan, secara tradisional kebutuhan dana pembangunan infrastruktur itu bisa diatasi perbankan.

Namun karena situasi krisis global dan adanya regulasi intrernasional terkait kecukupan modal perbankan, sehingga mereka kesulitan untuk mengatasi kesenjangan investasi global itu.

Untuk mencari sumber dana alternatif, perlu memobilisasi investasi seperti pemanfaatan dana pensiunan dan potensi sumber dana lain dengan membangun kerja sama pemerintah dengan swasta, kata Tamaki.

Dibaca : 648 kali