Sabtu, 18 Nopember 2017 | 18:48 WIB

Total Investasi di Karimun Capai Rp8,1 Triliun

Jumat, 30 Agustus 2013 / macro / antara

Karimun, Kepri, investorpialang.com - Total investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau "Free Trade Zone" (FTZ) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mencapai Rp8,1 triliun.

"Dari total investasi sebanyak itu, Rp5,1 triliun merupakan investasi perusahaan modal asing, sisanya sebanyak Rp3 triliun adalah pemodal dalam negeri," kata Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan terminal BBM PT Oiltanking Karimun di Teluk Paku, Kecamatan Meral Barat, Kamis.

Aunur mengatakan total investasi itu dari 86 perusahaan dengan rincian 9 perusahaan asing dan 77 perusahaan dalam negeri setelah sebagian wilayah Karimun Besar dicanangkan sebagai FTZ sejak 2006.

"Pesatnya pertumbuhan investasi merupakan dampak positif dari penetapan FTZ Karimun Peraturan Pemerintah No 48/2007. Ini akan menjadi pendorong tumbuhnya perekonomian dan usaha turunannya di masyarakat," kata dia.

Ia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi juga cukup tinggi, yaitu 7,26 persen pada 2012 atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 7,05 persen.

"Pertumbuhan ekonomi pada 2012 lebih tinggi dari angka nasional. Ini menggembirakan meski angka pertumbuhan ekonomi sebesar itu masih rendah dibandingkan di FTZ Batam," kata dia.

Menurut dia, kehadiran Oiltanking, perusahaan terminal BBM asal Jerman juga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik.

"Oiltanking, perusahaan dengan nilai investasi terbesar kedua setelah PT Saipem. Kami berharap kehadiran perusahaan ini memberi dampak positif bagi pembangunan, baik penyerapan tenaga kerja lokal maupun aktivitas perdagangan," tuturnya.

Pemerintah daerah, menurut dia terus berupaya membangun sarana infrastruktur untuk menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Karimun.

"Pelayanan perizinan prima dan efisien terus kita dorong agar investor menjadi nyaman," ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar mendukung program pengembangan investasi dengan mewujudkan situasi yang kondusif.

"Situasi yang aman dan kondusif menjadi faktor utama bagi para investor untuk memutuskan untuk berinvestasi di suatu daerah. Tanpa dukungan semua pihak, upaya mengembangkan kawasan FTZ sulit untuk dilakukan," tambah Aunur Rafiq.

Dibaca : 1205 kali
Baru dibaca Terpopuler