Minggu, 24 Juni 2018 | 04:42 WIB

Pelemahan Rupiah Diharap Bisa Dongkrak Investasi Batam

Senin, 26 Agustus 2013 / macro / antara

Batam, investorpialang.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura diharapkan bisa mendongkrak investasi di Kota Batam Kepulauan Riau.

"Memang, karena nilai rupiah turun, investor lebih kuat masuk Batam," kata Kepala Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaya saat menghadiri halal bi halal Muspida Batam, Minggu.

Ia mengatakan pihaknya akan berupaya memanfaatkan situasi itu untuk menarik lebih banyak invesor asing ke Batam melalui beberapa kebijakan insentif dan promosi.

"Pemerintah pusat mengambil kebijakan mempermudah investasi. Kami manfaatkan 'moment' ini," kaa dia.

Sementara itu, untuk memperkuat kembali nilai rupiah, ia berharap impor barang diminimalkan dan lebih fokus pada ekspor barang.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Batam Ricky Indrakari mengatakan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah ikut memicu pelemahan nilai rupiah. Untuk kembali menguatkan nilai rupiah, kebijakan itu perlu ditinjau ulang.

Apalagi di Batam, kebanyakan kebutuhan masyarakat diimpor dari Negari Jiran, seperti buah, minuman kaleng dan tekstil. Padahal kebutuhan itu bisa didapatkan dari dalam negeri.

"Bahkan secara sadar, produk makanan minuman kaleng Singapura dan Malaysia itu sudah menjadi oleh-oleh wajib bagi setiap orang Indonesia yang akan pulang kampung," kata Ricky Di Batam, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis mengatakan kebijakan impor merupakan cara yang digunakan pemerintah untuk menurunkan harga secara instan.

Padahal, impor menyebabkan kebutuhan valuta asing yang meningkat hingga melemahkan nilai rupiah.

"Kebijakan impor menyebabkan tekanan pada nilai tukar rupiah. Dan pemerintah bersikap seolah-olah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah merupakan tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia (BI) semata," kata dia.

Menurut dia, seharusnya dalam menyelesaikan masalah kenaikan harga, pemerintah lebih bijaksana dengan membuat kebijakan yang pro pada industri lokal seperti penguatan infrastruktur dan tidak bergantung pada impor. "Belanja infrastruktur dinaikan," kata dia.

Dibaca : 785 kali
Baru dibaca Terpopuler