Minggu, 22 April 2018 | 11:28 WIB

Indonesia Siap Masuki Pasar Global Kayu Legal

Kamis, 22 Agustus 2013 / macro / antara

Jakarta, investorpialang.com - Kementerian Kehutanan menyatakan saat ini Indonesia sudah sangat siap memasuki pasar global kayu-kayu yang dipanen secara legal.

Menhut Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu mengatakan, Kemenhut sudah menbangun sistem informasi dan penerbitan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) 'online' yaitu SILK (Sistem Informasi Legalitas Kayu) yang terintegrasi dengan Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.

Bahkan, lanjutnya, saat bertindak sebagai pembicara kunci pada acara "3rd High Level Market Dialogue 2013, 'The New Era of Indonesian Legal Timber Products to Meet Global Markets', Australia-China-Europe-Japan-USA, untuk memastikan kredibilitas SVLK tahun lalu sudah dilakukan uji coba sistem melalui pengapalan kayu bersertifikat V-legal ke delapan negara Uni Eropa.

Dengan semua langkah-langkah itu sangat logis jika dikatakan Indonesia sudah sangat siap memasuki pasar global kayu-kayu yang dipanen secara legal," katanya.

Zulkifli mengatakan, kesiapan Indonesia untuk mengekspor hanya kayu legal harus dibarengi dengan kesiapan negara-negara pengimpor untuk menerima sepenuhnya produk kayu Indonesia yang bersertifikat legal tanpa hambatan apapun.

Pada kesempatan itu Menhut juga mengungkapkan, perkembangan terakhir dari Duta Besar RI di Brussel bahwa VPA (Voluntary Partnership Agreement) akan ditandatanganinya dengan Komisioner Uni Eropa Bidang Lingkungan Hidup pada 30 September 2013.

Setelah SVLK diterjemahkan kedalam 22 bahasa Uni Eropa selan dalam bahasa Inggris dan proses ratifikasi selesai, maka VPA sudah mengikat secara hukum bagi Uni Eropa dan Indonesia.

"Dengan demikian VPA sudah secara legal mengakui SVLK sebagai sebuah sistem yang menjamin legalitas kayu Indonesia," katanya.

Menurut dia, dengan VPA maka kayu Indonesia yang masuk Uni Eropa tidak lagi memerlukan proses due diligent, artinya legalitas kayu yang dilengkapi sertifikat Indonesian Legal Wood sudah diakui," ujar Zulkifli Hasan.

Di dalam negeri, tambahnya, penerapan SVLK sudah mencapai kemajuan cukup menggembirakan yang mana sampai pertengahan Juli 2013 sebanyak 124 unit pengelola hutan alam disertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) yang didalamnya tercakup VLK.

Sedangkan pengelolaan hutan tanaman dan Kuasa Pengelolaan Hutan (KPH) yang bersertifikat PHPL sudah mencapai 56 unit, sebanyak 23 unit pengelola hutan alam, 44 unit pengelola hutan tanaman dan 19 unit hutan hak sudah mendapat SVLK. Adapun unit industri yang sudah SVLK ada 701 unit.

Zulkifli menyatakan, pemberlakuan SVLK terbukti tidak menurunkan volume maupun nilai ekspor produk kayu sebagaimana sering dikhawatikan oleh sejumlah pihak.

"Saat ini antusiasme untuk memperoleh SVLK sudah demikian tinggi," katanya.

Dibaca : 762 kali
Baru dibaca Terpopuler